var config = { //`true` jika pakai, `false` jika tidak lazyads: true, //Lazy Load AdSense infinite_scroll: { //Infinite Scroll di Homepage pakai: true, text: 'Loading...' //Tulisan ketika memuat }, adblock: { //Anti Adblock pakai: true, text: 'Matikan AdBlock pada browser untuk melihat konten blog ini.' }, slider: { //Slider besar di atas pakai: false, kecepatan: 3, //kecepatan jeda slide dalam detik tinggi: 360 //tinggi gambar dalam pixel (px) }, halaman_berjudul: { //Navigasi Halaman dengan Judul di Postingan pakai: true, /* Pengaturan Text */ next: 'Next', prev: 'Previous', latest: 'Latest', oldest: 'Oldest' }, related_post_tengah: { //Artikel Terkait di Tengah Postingan jumlah: 4, image: true, //pakai gambar atau tidak noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-PVJS-O_HWI4/XeCQCsYdF2I/AAAAAAAAIL0/m7lJ8e68_OkMiRwowKFA-UsdcGTpzN2fwCLcBGAsYHQ/s100/igniplex-no-image.png' //gambar dari noimage }, related_post_bawah: { //Artikel Terkait di Bawah Postingan jumlah: 6, image: true, //pakai gambar atau tidak noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-PVJS-O_HWI4/XeCQCsYdF2I/AAAAAAAAIL0/m7lJ8e68_OkMiRwowKFA-UsdcGTpzN2fwCLcBGAsYHQ/s200/igniplex-no-image.png' //gambar dari noimage }, middlebar: { jumlah: 5, image: true, //pakai gambar atau tidak noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-PVJS-O_HWI4/XeCQCsYdF2I/AAAAAAAAIL0/m7lJ8e68_OkMiRwowKFA-UsdcGTpzN2fwCLcBGAsYHQ/s125/igniplex-no-image.png' //gambar dari noimage } };

Makalah Dasar-dasar Kependidikan Tentang Konsep Pendidikan Seumur Hidup

 




KONSEP PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP

FOREWORD

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

With thanks Alhamdulillah, the paper on ‘’the concept of lifelong education” can be completed. Prayer and greetings my be bestowed on the lord we are prophet Muhammad SAW. 

Hopefully the preparation of this paper will bring great benefits to all of us and in order to broaden our know ledge of teachers as learnes. Although initially the preparationof this paper encountered many difficulties in bringing together various important materials to be organized into a reading which is attractive to read and easy for the reader to implement and can provide positive contribution in order to facilitate the learning process. 

Hopefully this paper can be a good source of learning as well. Benefit all readers. We recognize thas that this paper still far from perfect, there are still many flaws and weaknesses. Therefore that , there are criticisms and input form various parties to improve this paper very much awaited. Hopefully this paper can be of benefit mankind, and become righteous deeds for all mankind.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Pariaman, 14 Desember 2020


                                                                Penulis,


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR        i

DAFTAR ISI        ii

BAB I PENDAHULUAN        1

Latar belakang        1

Rumusan Masalah        1

Tujuan Penulisan...................................................................................     1

BAB II PEMBAHASAN...................................................................................     2

Pengertian Konsep Pendidikan Seumur Hidup.................................     2

Pendidikan Seumur Hidup Dalam Berbagai Perspektif...................     2

Beberapa Kepentingan Pendidikan Seumur Hidup..........................     4

Tujuan Pendidikan Seumur Hidup.....................................................     5

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi...................................................     6

Implikasi Konsep Pendidikan Seumur Hidup....................................    7

1. Pendidikan Baca Tulis Fungsional......................................................    7

2. Pendidikan Fungsional........................................................................    8

3. Pendidikan Profesional........................................................................    8

4. Pendidikan ke Arah Perubahan dan Pembangunan.............................    8

5. Pendidikan Kewarganegaraan dan Kedewasaan Politik......................    8

BAB III PENUTUP............................................................................................    9

             Kesimpulan............................................................................................    9

DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................    9

      

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

        Pendidikan seumur hidup adalah proses pendidikan yang terus menerus berlangsung tanpa batas waktu dan tempatnya,  bahwa dimulai dari lahir sampai akhir hayat.  Itu yang terjadi dalam keluarga, di sekolah, di tempat kerja dan dalam kehidupan publik.  Tujuan pendidikan seumur hidup adalah mengembangkan potensi manusia, kepribadian yang sesuai dengan hakikat dan hakikatnya, mengembangkan kesadaran yang tumbuh dan berkembang. 

Perkembangan kepribadian manusia yang hidup dan dinamis, memperluas dan meningkatkan harapan dan kehidupan manusia.  Implikasi program pendidikan seumur hidup dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori: pendidikan keaksaraan fungsional, pendidikan kejuruan, pendidikan profesional, pendidikan ke arah perubahan dan perkembangan dan pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik. Dan masih banyak lagi macam-macam dan jenis pendidikan

B. Rumusan Masalah

  1.    Apa yang dimaksud dengan Konsep Pendidikan Seumur Hidup ?
  2.    Apa tujuan dari Pendidikan Seumur Hidup ?
  3.    Konsep apa saja yang terdapat di dalamnya ?

C. Tujuan Penulisan

     Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :

  1.    Mengetahui pengertian Konsep Pendidikan Seumur Hidup
  2.    Mengetahui tujuan dari Pendidikan Seumur Hidup
  3.    Mengetahui konsep apa saja yang terdapat pada Pendidikan Seumur Hidup
  4.    Ingin membahas bersama materi ini dengan teman kelompok

BAB II

PEMBAHASAN

A.Pengertian Konsep Pendidikan Seumur Hidup

       Pendidikan seumur hidup adalah sebuah konsep pendidikan yang menerangkan tentang keseluruhan peristiwa kegiatan belajar mengajar dalam proses pembinaan kepribadian yang berlangsung secara kontinyu dalam keseluruhan hidup manusia. Proses pembinaan kepribadian memerlukan rentang waktu yang relatif panjang, bahkan berlangsung seumur hidup. Pendidikan seumur hidup, yang disebut dengan Life Long Education adalah pendidikan yang menekankan bahwa proses pendidikan berlangsung terus menerus sejak seseorang dilahirkan hingga meninggal dunia, baik dilaksanakan di jalur pendidikan formal, non formal maupun informal.

Pendapat ini menunjukan, pendidikan bukan hanya didapat dari bangku sekolah atau pendidikan formal, namun juga dapat diperoleh dari pendidikan informal dan non formal. Pendidikan berlangsung seumur hidup melalui pengalaman-pengalaman yang dijalani dalam kehidupan manusia. Pendidikan seumur hidup adalah sebuah sistem konsep pendidikan yang menerangkan keseluruhan peristiwa kegiatan belajar mengajar dalam keseleuruhan kehidupan manusia.

Proses pendidikan seumur hidup berlangsung secara kontinyu dan tidak terbatas oleh waktu, dan tempat sepanjang perjalanan hidup manusia sejak lahir hingga meninggal dunia baik secara formal maupun non formal. Proses pendidikan seumur hidup tidak hanya dilakukan oleh seseorang yang sedang belajar pada pendidikan formal, namun bagi semua lapisan masyarakat.

B. Pendidikan Seumur Hidup Dalam Berbagai Perspektif

    Dasar-dasar pemikiran long life education

  • Tinjauan Ideologis 

    Setiap manusia yang hidup mempunyai hak asasi yang sama dalam hal pengembangan diri, untuk mendapatkan pendidikan seumur hidup peningkatan pengetahuan dan keterampilan hidup

  • Tinjauan Ekonomis

Pendidikan seumur hidup dalam tinjauan ekonomi memungkinkan seseorang untuk :

  1.      Meningkatkan produktivitasnya 
  2.      Memelihara dan mengembangkan sumber-sumber yang dimilikinya.
  3.      Memungkinkan hidup dalam lingkungan yang sehat dan        menyenangkan.
  4.      Memiliki motivasi dalam mengasuh dan mendidik anak secara tepat.

  • Tinjauan Sosiologis

    Bagi peserta didik. Pendidikan seumur hidup yang dilakukan oleh orangtua merupakan solusi untuk memecahkan masalah pendidikan. Dengan orangtua bersekolah maka anak-anak mereka juga bersekolah.

  • Tinjauan filosofis

    Pendidikan seumur hidup secara filosofi akan memberikan dasar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

  • Tinjauan Teknologis

    Semakin maju jaman maka semakin berkembang ilmu pengetahuan dan teknologinya. Dengan teknologi maka pendidikan seumur hidup akan semakin mudah. Begitu pula sebaliknya.

  • Tinjauan Psikologis dan Paedagogis

    Pendidikan pada dasarnya dipandang sebagai pelayan untuk membantu pengembangan personal sepanjang hidup yang disebut development. Konseptualisasi pendidikan seumur hidup merupakan alat untuk mengembangkan individu-individu yang akan belajar seumur hidup akan lebih bernilai bagi masyarakat.


C. Beberapa Kepentingan Pendidikan Seumur Hidup

Landasan pendidikan, Perlunya pendidikan seumur hidup dalam beberapa hal :

1. Pertimbangan ekonomi

 Menurut pandangan tokoh pendidikan seumur hidup, pembentukan sistem pendidikan berfungsi sebagai basic untuk memperoleh ketrampilan ekonomis berharga dan menguntungkan. Tidak berarti mereka menekankan bahwa pendidikan seumur hidup akan dapat meningkatkan produktivitas pekerja dan akan meningkatkan keuntungan, tapi hal terpenting adalah untuk meningkatkan kualitas hidup, memperbesar pemenuhan diri, melepaskan dari kebodohan, kemiskinan, dan eksplorasi.

2. Keadilan

    Keadilan dalam memperoleh pendidikan seumur hidup diusahakan oleh pemerintah. Dalam konteks keadilan pendidikan seumur hidup pada prinsipnya bertujuan untuk mengeliminasi pesanan sekolah sebagai alat untuk melestaikan ketidakadilan.

3. Faktor peranan keluarga

     Coleman dalam "Review of Educational Research mengemukakan keluarga berfungsi sebagai sentral sumber pendidikan pada waktu silam. Pendidikan seumur hidup dapat memperlengkapi kerangka organisasi yang memungkinkan pendidikan mengambil alih tugas yang dulunya ditangani keluarga. Dalam masalah ini harus diperhatikan bahwa penekanan peranan pendidikn seumur hidup sebagai pembantu keluarga, berarti akan memperluas sistem pendidikan agar dapat menjangkau anak-anak awal dan orang dewasa.

4. Faktor perubahan peranan sosial

    Pendidikan seumur hidup harus berisi elemen penting yang kuat dan memainkan peranan sosial yang amat beragam untuk mempermudah individu melakukan penyesuaian terhadap perubahan hubungan antara mereka/orang lain.

5. Perubahan teknologi

    Pertumbuhan teknologi menyebabkan peningkatan penyediaan informasi yang berakibat pada meningkatnya usia harapan hidup dan menurunnya angka kematian. Semakin banyaknya tersedia kekayaan materi yang berakibat kenudiaan dan materialisme menjiwai nilai-nilai budaya dan spiritual serta berakibat pula kerenggangan dan keterasingan manusia satu dengan lainnya. 

6. Faktor vocational

    Pendidikan vocational diberikan untuk mempersiapkan tenaga kejuruan yang handal, trampil untuk menghadapi tantangan masa depan.

7. Kebutuhan-kebutuhan orang dewasa

    Orang dewasa mengalami efek cepatnya perubahan dalam bidang ketrampilan yang mereka miliki, maka diupayakan sistem pendidikan yang mampu mendidik orang dewasa. Secara radikal perubahan pandangan mengenai kapan seseorang harus disekolahkan dan sekolah apa yang dalam hal ini memerlukan politik pendidikan seumur hidup.

8. Kebutuhan anak-anak awal

    Para ahli mengakui bahwa masa anak-anak awal merupakan fase perkembangan yang mempunyai karakteristik tersendiri bukan semata-mata masa penantian untuk memasuki periode anak anak, remaja dan dewasa. Masa anak-anak awal merupakan basis untuk perkembangan kejiwaan selanjutnya meksipun dalam tingkat tertentu pengalaman-pengalaman yang datang belakangan dapat memodifikasi perkembangan yang pondasinya sudah diletakkan oleh pengalaman sebelumnya.

 D. Tujuan Pendidikan Seumur Hidup

        Ada dua tujuan pendidikan untuk pendidikan manusia seutuhnya dan seumur hidup, yaitu:

1) Mengembangkan potensi kepribadian manusia sesuai dengan kodrat dan hakikatnya, yakni seluruh aspek pembawaannya seoptimal mungkin. Sehingga secara potensial keseluruhan potensi manusia diisi kebutuhannya agar berkembang secara wajar.

2) Dengan mengingat proses pertumbuhan dan perkembangan kepribadian manusia bersifat hidup dan dinamis, maka pendidikan wajib belajar berlangsung selama manusia hidup.

E. Faktor-faktor yang mempengaruhi Pendidikan Seumur Hidup

     Pendidikan seumur hidup (lifelong education) adalah pendidikan tidak berhenti hingga individu menjadi dewasa, tetapi tetap berlanjut sepanjang hidupnya. 

Pendidikan sepanjang hayat menjadi semakin tinggi urgensinya pada saat ini karena manusia terus menerus menyesuaikan diri supaya dapat tetap hidup secara wajar dalam lingkungan masyarakat yang selalu berubah. Sisi lain pendidikan seumur hidup adalah peluang yang luas bagi seseorang untuk terus belajar agar dapat meraih keadaan kehidupan yang lebih baik.


Hal-hal yang menyebabkan dan memungkinkan keadaan seperti itu adalah:

  1.  Majunya ilmu dan teknologi
  2.  Produk-produk teknologi yang perlu di pelajari karena terkait dengan alat-alat kerja
  3. Bagi mereka yang menggunakan alat kerja berbasis teknologi
  4. Perubahan sosial sebagai dampak majunya ilmu dan teknologi

    Dalam hubungannya dengan belajar sepanjang hayat, akan dikemukakan tugas-tugas perkembangan masa dewasa awal, masa setengah baya dan orang tua, untuk memberikan pengalaman belajar yang sesuai dalam rangka belajar sepanjang hayat.

Tugas perkembangan tersebut adalah:

a. Tugas perkembangan masa dewasa awal: Memilih pasangan hidup, bertanggung jawab sebagai warga Negara, dan berupaya mendapatkan kelompok social yang tepat serta menarik.

b. Tugas perkembangan masa setengah baya: Bertanggung jawab social dan menjadi warga Negara yang baik, mengisi waktu senggang dengan kegiatan-kegiatan tertentu, menyesuaikan diri dengan perubahan fisik dan pertambahan umur.

c. Tugas perkembangan orang tua: Menyesuaikan din dengan menurunnya kekuatan fisik, kesehatan dan pendapatan. Menyesuaikan diri dengan keadaan sebagai janda, duda, memenuhi kewajiban sosial sebagai seorang warga Negara yang baik dan membangun kehidupan fisik yang memuaskan.

Tugas-tugas perkembangan itu nampaknya disiapkan untuk belajar sepanjang hayat, yang dapat dilihat dari adanya tugas perkembangan untuk orang dewasa, setengah baya dan untuk masa tua. Tugas perkembangan ini juga amat berguna bagi pendidikan luar sekolah, di rumah dalam kehidupan rumah tangga maupun di lembaga-lembaga pendidikan yang ada di masyarakat, seperti kursus-kursus, perkumpulan sosial, agama, persatuan para lanjut usia dan sebagainya. Dengan demikian tugas perkembangan yang harus ditempuh melalui belajar, tidak hanya dimulai dan masa kanak-kanak, tetapi berlanjut sampai masa dewasa dan masa tua. Jelas bahwa belajar berlangsung secara terus-menerus dan berkesinambungan sepanjang kehidupan seseorang

F. Implikasi Konsep Pendidikan Seumur Hidup

   Implikasi merupakan akibat langsung atau konsekuensi dari suatu keputusan. Dengan demikian maksudnya adalah sesuatu yang merupakan tindak lanjut atau follow up dari suatu kebijakan atau keputusan tentang 

pelaksanaan pendidikan seumur hidup.

 Penerapan azas pendidikan seumur hidup pada isi program pendidikan dan sasaran pendidikan di masyarakat mengandung kemungkinan yang luas. Implikasi pendidikan seumur hidup pada program pendidikan dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori yaitu: 

1. Pendidikan baca tulis fungsional

Program ini tidak saja penting bagi pendidikan seumur hidup dikarenakan relevansinya yang ada pada negara-negara berkembang dengan sebab masih banyaknya penduduk yang buta huruf, mereka lebih senang menonton TV, mendengarkan Radio, mengakses internet dari pada membaca. Meskipun cukup sulit untuk membuktikan peranan melek huruf fungsional terhadap pembangunan sosial ekonomi masyarakat, namun pengaruh IPTEK terhadap kehidupan masyarakat misalnya petani, justru disebabkan oleh karena pengetahuan-pengetahuan baru pada mereka. Pengetahuan baru ini dapat diperoleh melalui bahan bacaan utamanya. Realisasi baca tulis fungsional, minimal memuat dua hal, yaitu:1,Memberikan kecakapan membaca, menulis, menghitung yang fungsional bagi anak didik; 2, Menyediakan bahan-bahan bacaan yang diperlukan untuk mengembangkan lebih lanjut kecakapan yang telah dimilikinya.

2. Pendidikan vokasional.

Pendidikan vokasional adalah sebagai program pendidikan di luar sekolah bagi anak di luar batas usia sekolah, ataupun sebagai pendidikan formal dan non formal, sebab itu program pendidikan yang bersifat remedial agar para lulusan sekolah tersebut menjadi tenaga yang produktif menjadi sangat penting. Namun yang lebih penting ialah bahwa pendidikan vokasional ini tidak boleh dipandang sekali jadi lantas selesai. Dengan terus berkembang dan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi serta makin meluasnya industrialisasi, menuntut pendidikan vokasiaonal itu tetap dilaksanakan secara kontinyu.

3. Pendidikan profesional.

Realisasi pendidikan seumur hidup,dalam kiat-kiat profesi telah tercipta Built in Mechanism yang memungkinkan golongan profesional terus mengikuti berbagai kemajuan dan perubahan menyangkut metodologi, perlengkapan, terminologi dan sikap profesionalnya. Sebab bagaimanapun apa yang berlaku bagi pekerja dan buruh, berlaku pula bagi profesional, bahkan tantangan buat mereka lebih besar.

4. Pendidikan ke arah perubahan dan pembangunan.

Era globalisasi dan informasi yang ditandai dengan pesatnya perkembangan IPTEK, telah mempengaruhi berbagai dimensi kehidupan masyarakat, dengan cara masak yang serba menggunakan mekanik, sampai dengan cara menerobos angkasa luar. Kenyataan ini tentu saja konsekuensinya menurut pendidikan yang berlangsung secara kontinyu (lifelong education). Pendidikan bagi anggota masyarakat dari berbagai golongan usia agar mereka mampu mengikuti perubahan sosial dan pembangunan juga merupakan konsekuensi penting dari azas pendidikan seumur hidup. 

5. Pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik

Selain tuntutan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), dalam kondisi sekarang dimana pola pikir masyarakat. yang semakin maju dan kritis, baik rakyat biasa, maupun pemimpin pemerintahan di negara yang demokratis, diperlukan pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik bagi setiap warga negara. Pendidikan seumur hidup yang bersifat kontinyu dalam konteks ini merupakan konsekuensinya.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

      Asas pendidikan seumur hidup merumuskan bahwa proses pendidikan merupakan suatu proses kontinu yang bermula sejak seseorang dilahirkan hingga meninggal dunia. Proses pendidikan ini mencangkup bentuk-bentuk belajar secara informal maupun formal baik yang berlangsung dalam keluarga, di sekolah, dalam pekerjaan dan dalam kehidupan masyarakat. Tujuan pendidikan seumur hidup adalah untuk mengembangkan potensi kehidupan manusia sesuai dengan kodrat dan hakikatnya, yakni seluruh aspek pembaurannya seoptimal mungkin. Dalam seluruh aspek kehidupan antara lain dalam bidang sosial, ekonomi, politik, teknologi dan lain-lain. Manusia dituntut  untuk selalu bergerak dan mengembangkan diri. Terlebih di era modern ini dimana pengaruh globalisasi mengakibatkan perubahan-perubahan sosial hingga perlunya pendidikan sepanjang hidup.




DAFTAR PUSTAKA

• Bukhori, Mochtar. 1994. Pendidikan dalam Pembangunan. Yogyakarta: PT Tiara Wacana Yogya,.

• Hasbullah.2005. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.


Makalah Dasar-dasar Kependidikan Tentang Konsep Pendidikan Seumur Hidup

 




KONSEP PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP

FOREWORD

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

With thanks Alhamdulillah, the paper on ‘’the concept of lifelong education” can be completed. Prayer and greetings my be bestowed on the lord we are prophet Muhammad SAW. 

Hopefully the preparation of this paper will bring great benefits to all of us and in order to broaden our know ledge of teachers as learnes. Although initially the preparationof this paper encountered many difficulties in bringing together various important materials to be organized into a reading which is attractive to read and easy for the reader to implement and can provide positive contribution in order to facilitate the learning process. 

Hopefully this paper can be a good source of learning as well. Benefit all readers. We recognize thas that this paper still far from perfect, there are still many flaws and weaknesses. Therefore that , there are criticisms and input form various parties to improve this paper very much awaited. Hopefully this paper can be of benefit mankind, and become righteous deeds for all mankind.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Pariaman, 14 Desember 2020


                                                                Penulis,


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR        i

DAFTAR ISI        ii

BAB I PENDAHULUAN        1

Latar belakang        1

Rumusan Masalah        1

Tujuan Penulisan...................................................................................     1

BAB II PEMBAHASAN...................................................................................     2

Pengertian Konsep Pendidikan Seumur Hidup.................................     2

Pendidikan Seumur Hidup Dalam Berbagai Perspektif...................     2

Beberapa Kepentingan Pendidikan Seumur Hidup..........................     4

Tujuan Pendidikan Seumur Hidup.....................................................     5

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi...................................................     6

Implikasi Konsep Pendidikan Seumur Hidup....................................    7

1. Pendidikan Baca Tulis Fungsional......................................................    7

2. Pendidikan Fungsional........................................................................    8

3. Pendidikan Profesional........................................................................    8

4. Pendidikan ke Arah Perubahan dan Pembangunan.............................    8

5. Pendidikan Kewarganegaraan dan Kedewasaan Politik......................    8

BAB III PENUTUP............................................................................................    9

             Kesimpulan............................................................................................    9

DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................    9

      

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

        Pendidikan seumur hidup adalah proses pendidikan yang terus menerus berlangsung tanpa batas waktu dan tempatnya,  bahwa dimulai dari lahir sampai akhir hayat.  Itu yang terjadi dalam keluarga, di sekolah, di tempat kerja dan dalam kehidupan publik.  Tujuan pendidikan seumur hidup adalah mengembangkan potensi manusia, kepribadian yang sesuai dengan hakikat dan hakikatnya, mengembangkan kesadaran yang tumbuh dan berkembang. 

Perkembangan kepribadian manusia yang hidup dan dinamis, memperluas dan meningkatkan harapan dan kehidupan manusia.  Implikasi program pendidikan seumur hidup dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori: pendidikan keaksaraan fungsional, pendidikan kejuruan, pendidikan profesional, pendidikan ke arah perubahan dan perkembangan dan pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik. Dan masih banyak lagi macam-macam dan jenis pendidikan

B. Rumusan Masalah

  1.    Apa yang dimaksud dengan Konsep Pendidikan Seumur Hidup ?
  2.    Apa tujuan dari Pendidikan Seumur Hidup ?
  3.    Konsep apa saja yang terdapat di dalamnya ?

C. Tujuan Penulisan

     Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :

  1.    Mengetahui pengertian Konsep Pendidikan Seumur Hidup
  2.    Mengetahui tujuan dari Pendidikan Seumur Hidup
  3.    Mengetahui konsep apa saja yang terdapat pada Pendidikan Seumur Hidup
  4.    Ingin membahas bersama materi ini dengan teman kelompok

BAB II

PEMBAHASAN

A.Pengertian Konsep Pendidikan Seumur Hidup

       Pendidikan seumur hidup adalah sebuah konsep pendidikan yang menerangkan tentang keseluruhan peristiwa kegiatan belajar mengajar dalam proses pembinaan kepribadian yang berlangsung secara kontinyu dalam keseluruhan hidup manusia. Proses pembinaan kepribadian memerlukan rentang waktu yang relatif panjang, bahkan berlangsung seumur hidup. Pendidikan seumur hidup, yang disebut dengan Life Long Education adalah pendidikan yang menekankan bahwa proses pendidikan berlangsung terus menerus sejak seseorang dilahirkan hingga meninggal dunia, baik dilaksanakan di jalur pendidikan formal, non formal maupun informal.

Pendapat ini menunjukan, pendidikan bukan hanya didapat dari bangku sekolah atau pendidikan formal, namun juga dapat diperoleh dari pendidikan informal dan non formal. Pendidikan berlangsung seumur hidup melalui pengalaman-pengalaman yang dijalani dalam kehidupan manusia. Pendidikan seumur hidup adalah sebuah sistem konsep pendidikan yang menerangkan keseluruhan peristiwa kegiatan belajar mengajar dalam keseleuruhan kehidupan manusia.

Proses pendidikan seumur hidup berlangsung secara kontinyu dan tidak terbatas oleh waktu, dan tempat sepanjang perjalanan hidup manusia sejak lahir hingga meninggal dunia baik secara formal maupun non formal. Proses pendidikan seumur hidup tidak hanya dilakukan oleh seseorang yang sedang belajar pada pendidikan formal, namun bagi semua lapisan masyarakat.

B. Pendidikan Seumur Hidup Dalam Berbagai Perspektif

    Dasar-dasar pemikiran long life education

  • Tinjauan Ideologis 

    Setiap manusia yang hidup mempunyai hak asasi yang sama dalam hal pengembangan diri, untuk mendapatkan pendidikan seumur hidup peningkatan pengetahuan dan keterampilan hidup

  • Tinjauan Ekonomis

Pendidikan seumur hidup dalam tinjauan ekonomi memungkinkan seseorang untuk :

  1.      Meningkatkan produktivitasnya 
  2.      Memelihara dan mengembangkan sumber-sumber yang dimilikinya.
  3.      Memungkinkan hidup dalam lingkungan yang sehat dan        menyenangkan.
  4.      Memiliki motivasi dalam mengasuh dan mendidik anak secara tepat.

  • Tinjauan Sosiologis

    Bagi peserta didik. Pendidikan seumur hidup yang dilakukan oleh orangtua merupakan solusi untuk memecahkan masalah pendidikan. Dengan orangtua bersekolah maka anak-anak mereka juga bersekolah.

  • Tinjauan filosofis

    Pendidikan seumur hidup secara filosofi akan memberikan dasar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

  • Tinjauan Teknologis

    Semakin maju jaman maka semakin berkembang ilmu pengetahuan dan teknologinya. Dengan teknologi maka pendidikan seumur hidup akan semakin mudah. Begitu pula sebaliknya.

  • Tinjauan Psikologis dan Paedagogis

    Pendidikan pada dasarnya dipandang sebagai pelayan untuk membantu pengembangan personal sepanjang hidup yang disebut development. Konseptualisasi pendidikan seumur hidup merupakan alat untuk mengembangkan individu-individu yang akan belajar seumur hidup akan lebih bernilai bagi masyarakat.


C. Beberapa Kepentingan Pendidikan Seumur Hidup

Landasan pendidikan, Perlunya pendidikan seumur hidup dalam beberapa hal :

1. Pertimbangan ekonomi

 Menurut pandangan tokoh pendidikan seumur hidup, pembentukan sistem pendidikan berfungsi sebagai basic untuk memperoleh ketrampilan ekonomis berharga dan menguntungkan. Tidak berarti mereka menekankan bahwa pendidikan seumur hidup akan dapat meningkatkan produktivitas pekerja dan akan meningkatkan keuntungan, tapi hal terpenting adalah untuk meningkatkan kualitas hidup, memperbesar pemenuhan diri, melepaskan dari kebodohan, kemiskinan, dan eksplorasi.

2. Keadilan

    Keadilan dalam memperoleh pendidikan seumur hidup diusahakan oleh pemerintah. Dalam konteks keadilan pendidikan seumur hidup pada prinsipnya bertujuan untuk mengeliminasi pesanan sekolah sebagai alat untuk melestaikan ketidakadilan.

3. Faktor peranan keluarga

     Coleman dalam "Review of Educational Research mengemukakan keluarga berfungsi sebagai sentral sumber pendidikan pada waktu silam. Pendidikan seumur hidup dapat memperlengkapi kerangka organisasi yang memungkinkan pendidikan mengambil alih tugas yang dulunya ditangani keluarga. Dalam masalah ini harus diperhatikan bahwa penekanan peranan pendidikn seumur hidup sebagai pembantu keluarga, berarti akan memperluas sistem pendidikan agar dapat menjangkau anak-anak awal dan orang dewasa.

4. Faktor perubahan peranan sosial

    Pendidikan seumur hidup harus berisi elemen penting yang kuat dan memainkan peranan sosial yang amat beragam untuk mempermudah individu melakukan penyesuaian terhadap perubahan hubungan antara mereka/orang lain.

5. Perubahan teknologi

    Pertumbuhan teknologi menyebabkan peningkatan penyediaan informasi yang berakibat pada meningkatnya usia harapan hidup dan menurunnya angka kematian. Semakin banyaknya tersedia kekayaan materi yang berakibat kenudiaan dan materialisme menjiwai nilai-nilai budaya dan spiritual serta berakibat pula kerenggangan dan keterasingan manusia satu dengan lainnya. 

6. Faktor vocational

    Pendidikan vocational diberikan untuk mempersiapkan tenaga kejuruan yang handal, trampil untuk menghadapi tantangan masa depan.

7. Kebutuhan-kebutuhan orang dewasa

    Orang dewasa mengalami efek cepatnya perubahan dalam bidang ketrampilan yang mereka miliki, maka diupayakan sistem pendidikan yang mampu mendidik orang dewasa. Secara radikal perubahan pandangan mengenai kapan seseorang harus disekolahkan dan sekolah apa yang dalam hal ini memerlukan politik pendidikan seumur hidup.

8. Kebutuhan anak-anak awal

    Para ahli mengakui bahwa masa anak-anak awal merupakan fase perkembangan yang mempunyai karakteristik tersendiri bukan semata-mata masa penantian untuk memasuki periode anak anak, remaja dan dewasa. Masa anak-anak awal merupakan basis untuk perkembangan kejiwaan selanjutnya meksipun dalam tingkat tertentu pengalaman-pengalaman yang datang belakangan dapat memodifikasi perkembangan yang pondasinya sudah diletakkan oleh pengalaman sebelumnya.

 D. Tujuan Pendidikan Seumur Hidup

        Ada dua tujuan pendidikan untuk pendidikan manusia seutuhnya dan seumur hidup, yaitu:

1) Mengembangkan potensi kepribadian manusia sesuai dengan kodrat dan hakikatnya, yakni seluruh aspek pembawaannya seoptimal mungkin. Sehingga secara potensial keseluruhan potensi manusia diisi kebutuhannya agar berkembang secara wajar.

2) Dengan mengingat proses pertumbuhan dan perkembangan kepribadian manusia bersifat hidup dan dinamis, maka pendidikan wajib belajar berlangsung selama manusia hidup.

E. Faktor-faktor yang mempengaruhi Pendidikan Seumur Hidup

     Pendidikan seumur hidup (lifelong education) adalah pendidikan tidak berhenti hingga individu menjadi dewasa, tetapi tetap berlanjut sepanjang hidupnya. 

Pendidikan sepanjang hayat menjadi semakin tinggi urgensinya pada saat ini karena manusia terus menerus menyesuaikan diri supaya dapat tetap hidup secara wajar dalam lingkungan masyarakat yang selalu berubah. Sisi lain pendidikan seumur hidup adalah peluang yang luas bagi seseorang untuk terus belajar agar dapat meraih keadaan kehidupan yang lebih baik.


Hal-hal yang menyebabkan dan memungkinkan keadaan seperti itu adalah:

  1.  Majunya ilmu dan teknologi
  2.  Produk-produk teknologi yang perlu di pelajari karena terkait dengan alat-alat kerja
  3. Bagi mereka yang menggunakan alat kerja berbasis teknologi
  4. Perubahan sosial sebagai dampak majunya ilmu dan teknologi

    Dalam hubungannya dengan belajar sepanjang hayat, akan dikemukakan tugas-tugas perkembangan masa dewasa awal, masa setengah baya dan orang tua, untuk memberikan pengalaman belajar yang sesuai dalam rangka belajar sepanjang hayat.

Tugas perkembangan tersebut adalah:

a. Tugas perkembangan masa dewasa awal: Memilih pasangan hidup, bertanggung jawab sebagai warga Negara, dan berupaya mendapatkan kelompok social yang tepat serta menarik.

b. Tugas perkembangan masa setengah baya: Bertanggung jawab social dan menjadi warga Negara yang baik, mengisi waktu senggang dengan kegiatan-kegiatan tertentu, menyesuaikan diri dengan perubahan fisik dan pertambahan umur.

c. Tugas perkembangan orang tua: Menyesuaikan din dengan menurunnya kekuatan fisik, kesehatan dan pendapatan. Menyesuaikan diri dengan keadaan sebagai janda, duda, memenuhi kewajiban sosial sebagai seorang warga Negara yang baik dan membangun kehidupan fisik yang memuaskan.

Tugas-tugas perkembangan itu nampaknya disiapkan untuk belajar sepanjang hayat, yang dapat dilihat dari adanya tugas perkembangan untuk orang dewasa, setengah baya dan untuk masa tua. Tugas perkembangan ini juga amat berguna bagi pendidikan luar sekolah, di rumah dalam kehidupan rumah tangga maupun di lembaga-lembaga pendidikan yang ada di masyarakat, seperti kursus-kursus, perkumpulan sosial, agama, persatuan para lanjut usia dan sebagainya. Dengan demikian tugas perkembangan yang harus ditempuh melalui belajar, tidak hanya dimulai dan masa kanak-kanak, tetapi berlanjut sampai masa dewasa dan masa tua. Jelas bahwa belajar berlangsung secara terus-menerus dan berkesinambungan sepanjang kehidupan seseorang

F. Implikasi Konsep Pendidikan Seumur Hidup

   Implikasi merupakan akibat langsung atau konsekuensi dari suatu keputusan. Dengan demikian maksudnya adalah sesuatu yang merupakan tindak lanjut atau follow up dari suatu kebijakan atau keputusan tentang 

pelaksanaan pendidikan seumur hidup.

 Penerapan azas pendidikan seumur hidup pada isi program pendidikan dan sasaran pendidikan di masyarakat mengandung kemungkinan yang luas. Implikasi pendidikan seumur hidup pada program pendidikan dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori yaitu: 

1. Pendidikan baca tulis fungsional

Program ini tidak saja penting bagi pendidikan seumur hidup dikarenakan relevansinya yang ada pada negara-negara berkembang dengan sebab masih banyaknya penduduk yang buta huruf, mereka lebih senang menonton TV, mendengarkan Radio, mengakses internet dari pada membaca. Meskipun cukup sulit untuk membuktikan peranan melek huruf fungsional terhadap pembangunan sosial ekonomi masyarakat, namun pengaruh IPTEK terhadap kehidupan masyarakat misalnya petani, justru disebabkan oleh karena pengetahuan-pengetahuan baru pada mereka. Pengetahuan baru ini dapat diperoleh melalui bahan bacaan utamanya. Realisasi baca tulis fungsional, minimal memuat dua hal, yaitu:1,Memberikan kecakapan membaca, menulis, menghitung yang fungsional bagi anak didik; 2, Menyediakan bahan-bahan bacaan yang diperlukan untuk mengembangkan lebih lanjut kecakapan yang telah dimilikinya.

2. Pendidikan vokasional.

Pendidikan vokasional adalah sebagai program pendidikan di luar sekolah bagi anak di luar batas usia sekolah, ataupun sebagai pendidikan formal dan non formal, sebab itu program pendidikan yang bersifat remedial agar para lulusan sekolah tersebut menjadi tenaga yang produktif menjadi sangat penting. Namun yang lebih penting ialah bahwa pendidikan vokasional ini tidak boleh dipandang sekali jadi lantas selesai. Dengan terus berkembang dan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi serta makin meluasnya industrialisasi, menuntut pendidikan vokasiaonal itu tetap dilaksanakan secara kontinyu.

3. Pendidikan profesional.

Realisasi pendidikan seumur hidup,dalam kiat-kiat profesi telah tercipta Built in Mechanism yang memungkinkan golongan profesional terus mengikuti berbagai kemajuan dan perubahan menyangkut metodologi, perlengkapan, terminologi dan sikap profesionalnya. Sebab bagaimanapun apa yang berlaku bagi pekerja dan buruh, berlaku pula bagi profesional, bahkan tantangan buat mereka lebih besar.

4. Pendidikan ke arah perubahan dan pembangunan.

Era globalisasi dan informasi yang ditandai dengan pesatnya perkembangan IPTEK, telah mempengaruhi berbagai dimensi kehidupan masyarakat, dengan cara masak yang serba menggunakan mekanik, sampai dengan cara menerobos angkasa luar. Kenyataan ini tentu saja konsekuensinya menurut pendidikan yang berlangsung secara kontinyu (lifelong education). Pendidikan bagi anggota masyarakat dari berbagai golongan usia agar mereka mampu mengikuti perubahan sosial dan pembangunan juga merupakan konsekuensi penting dari azas pendidikan seumur hidup. 

5. Pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik

Selain tuntutan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), dalam kondisi sekarang dimana pola pikir masyarakat. yang semakin maju dan kritis, baik rakyat biasa, maupun pemimpin pemerintahan di negara yang demokratis, diperlukan pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik bagi setiap warga negara. Pendidikan seumur hidup yang bersifat kontinyu dalam konteks ini merupakan konsekuensinya.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

      Asas pendidikan seumur hidup merumuskan bahwa proses pendidikan merupakan suatu proses kontinu yang bermula sejak seseorang dilahirkan hingga meninggal dunia. Proses pendidikan ini mencangkup bentuk-bentuk belajar secara informal maupun formal baik yang berlangsung dalam keluarga, di sekolah, dalam pekerjaan dan dalam kehidupan masyarakat. Tujuan pendidikan seumur hidup adalah untuk mengembangkan potensi kehidupan manusia sesuai dengan kodrat dan hakikatnya, yakni seluruh aspek pembaurannya seoptimal mungkin. Dalam seluruh aspek kehidupan antara lain dalam bidang sosial, ekonomi, politik, teknologi dan lain-lain. Manusia dituntut  untuk selalu bergerak dan mengembangkan diri. Terlebih di era modern ini dimana pengaruh globalisasi mengakibatkan perubahan-perubahan sosial hingga perlunya pendidikan sepanjang hidup.




DAFTAR PUSTAKA

• Bukhori, Mochtar. 1994. Pendidikan dalam Pembangunan. Yogyakarta: PT Tiara Wacana Yogya,.

• Hasbullah.2005. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.


Makalah Dasar-dasar Kependidikan Tentang Konsep Pendidikan Seumur Hidup

 




KONSEP PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP

FOREWORD

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

With thanks Alhamdulillah, the paper on ‘’the concept of lifelong education” can be completed. Prayer and greetings my be bestowed on the lord we are prophet Muhammad SAW. 

Hopefully the preparation of this paper will bring great benefits to all of us and in order to broaden our know ledge of teachers as learnes. Although initially the preparationof this paper encountered many difficulties in bringing together various important materials to be organized into a reading which is attractive to read and easy for the reader to implement and can provide positive contribution in order to facilitate the learning process. 

Hopefully this paper can be a good source of learning as well. Benefit all readers. We recognize thas that this paper still far from perfect, there are still many flaws and weaknesses. Therefore that , there are criticisms and input form various parties to improve this paper very much awaited. Hopefully this paper can be of benefit mankind, and become righteous deeds for all mankind.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Pariaman, 14 Desember 2020


                                                                Penulis,


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR        i

DAFTAR ISI        ii

BAB I PENDAHULUAN        1

Latar belakang        1

Rumusan Masalah        1

Tujuan Penulisan...................................................................................     1

BAB II PEMBAHASAN...................................................................................     2

Pengertian Konsep Pendidikan Seumur Hidup.................................     2

Pendidikan Seumur Hidup Dalam Berbagai Perspektif...................     2

Beberapa Kepentingan Pendidikan Seumur Hidup..........................     4

Tujuan Pendidikan Seumur Hidup.....................................................     5

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi...................................................     6

Implikasi Konsep Pendidikan Seumur Hidup....................................    7

1. Pendidikan Baca Tulis Fungsional......................................................    7

2. Pendidikan Fungsional........................................................................    8

3. Pendidikan Profesional........................................................................    8

4. Pendidikan ke Arah Perubahan dan Pembangunan.............................    8

5. Pendidikan Kewarganegaraan dan Kedewasaan Politik......................    8

BAB III PENUTUP............................................................................................    9

             Kesimpulan............................................................................................    9

DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................    9

      

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

        Pendidikan seumur hidup adalah proses pendidikan yang terus menerus berlangsung tanpa batas waktu dan tempatnya,  bahwa dimulai dari lahir sampai akhir hayat.  Itu yang terjadi dalam keluarga, di sekolah, di tempat kerja dan dalam kehidupan publik.  Tujuan pendidikan seumur hidup adalah mengembangkan potensi manusia, kepribadian yang sesuai dengan hakikat dan hakikatnya, mengembangkan kesadaran yang tumbuh dan berkembang. 

Perkembangan kepribadian manusia yang hidup dan dinamis, memperluas dan meningkatkan harapan dan kehidupan manusia.  Implikasi program pendidikan seumur hidup dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori: pendidikan keaksaraan fungsional, pendidikan kejuruan, pendidikan profesional, pendidikan ke arah perubahan dan perkembangan dan pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik. Dan masih banyak lagi macam-macam dan jenis pendidikan

B. Rumusan Masalah

  1.    Apa yang dimaksud dengan Konsep Pendidikan Seumur Hidup ?
  2.    Apa tujuan dari Pendidikan Seumur Hidup ?
  3.    Konsep apa saja yang terdapat di dalamnya ?

C. Tujuan Penulisan

     Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :

  1.    Mengetahui pengertian Konsep Pendidikan Seumur Hidup
  2.    Mengetahui tujuan dari Pendidikan Seumur Hidup
  3.    Mengetahui konsep apa saja yang terdapat pada Pendidikan Seumur Hidup
  4.    Ingin membahas bersama materi ini dengan teman kelompok

BAB II

PEMBAHASAN

A.Pengertian Konsep Pendidikan Seumur Hidup

       Pendidikan seumur hidup adalah sebuah konsep pendidikan yang menerangkan tentang keseluruhan peristiwa kegiatan belajar mengajar dalam proses pembinaan kepribadian yang berlangsung secara kontinyu dalam keseluruhan hidup manusia. Proses pembinaan kepribadian memerlukan rentang waktu yang relatif panjang, bahkan berlangsung seumur hidup. Pendidikan seumur hidup, yang disebut dengan Life Long Education adalah pendidikan yang menekankan bahwa proses pendidikan berlangsung terus menerus sejak seseorang dilahirkan hingga meninggal dunia, baik dilaksanakan di jalur pendidikan formal, non formal maupun informal.

Pendapat ini menunjukan, pendidikan bukan hanya didapat dari bangku sekolah atau pendidikan formal, namun juga dapat diperoleh dari pendidikan informal dan non formal. Pendidikan berlangsung seumur hidup melalui pengalaman-pengalaman yang dijalani dalam kehidupan manusia. Pendidikan seumur hidup adalah sebuah sistem konsep pendidikan yang menerangkan keseluruhan peristiwa kegiatan belajar mengajar dalam keseleuruhan kehidupan manusia.

Proses pendidikan seumur hidup berlangsung secara kontinyu dan tidak terbatas oleh waktu, dan tempat sepanjang perjalanan hidup manusia sejak lahir hingga meninggal dunia baik secara formal maupun non formal. Proses pendidikan seumur hidup tidak hanya dilakukan oleh seseorang yang sedang belajar pada pendidikan formal, namun bagi semua lapisan masyarakat.

B. Pendidikan Seumur Hidup Dalam Berbagai Perspektif

    Dasar-dasar pemikiran long life education

  • Tinjauan Ideologis 

    Setiap manusia yang hidup mempunyai hak asasi yang sama dalam hal pengembangan diri, untuk mendapatkan pendidikan seumur hidup peningkatan pengetahuan dan keterampilan hidup

  • Tinjauan Ekonomis

Pendidikan seumur hidup dalam tinjauan ekonomi memungkinkan seseorang untuk :

  1.      Meningkatkan produktivitasnya 
  2.      Memelihara dan mengembangkan sumber-sumber yang dimilikinya.
  3.      Memungkinkan hidup dalam lingkungan yang sehat dan        menyenangkan.
  4.      Memiliki motivasi dalam mengasuh dan mendidik anak secara tepat.

  • Tinjauan Sosiologis

    Bagi peserta didik. Pendidikan seumur hidup yang dilakukan oleh orangtua merupakan solusi untuk memecahkan masalah pendidikan. Dengan orangtua bersekolah maka anak-anak mereka juga bersekolah.

  • Tinjauan filosofis

    Pendidikan seumur hidup secara filosofi akan memberikan dasar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

  • Tinjauan Teknologis

    Semakin maju jaman maka semakin berkembang ilmu pengetahuan dan teknologinya. Dengan teknologi maka pendidikan seumur hidup akan semakin mudah. Begitu pula sebaliknya.

  • Tinjauan Psikologis dan Paedagogis

    Pendidikan pada dasarnya dipandang sebagai pelayan untuk membantu pengembangan personal sepanjang hidup yang disebut development. Konseptualisasi pendidikan seumur hidup merupakan alat untuk mengembangkan individu-individu yang akan belajar seumur hidup akan lebih bernilai bagi masyarakat.


C. Beberapa Kepentingan Pendidikan Seumur Hidup

Landasan pendidikan, Perlunya pendidikan seumur hidup dalam beberapa hal :

1. Pertimbangan ekonomi

 Menurut pandangan tokoh pendidikan seumur hidup, pembentukan sistem pendidikan berfungsi sebagai basic untuk memperoleh ketrampilan ekonomis berharga dan menguntungkan. Tidak berarti mereka menekankan bahwa pendidikan seumur hidup akan dapat meningkatkan produktivitas pekerja dan akan meningkatkan keuntungan, tapi hal terpenting adalah untuk meningkatkan kualitas hidup, memperbesar pemenuhan diri, melepaskan dari kebodohan, kemiskinan, dan eksplorasi.

2. Keadilan

    Keadilan dalam memperoleh pendidikan seumur hidup diusahakan oleh pemerintah. Dalam konteks keadilan pendidikan seumur hidup pada prinsipnya bertujuan untuk mengeliminasi pesanan sekolah sebagai alat untuk melestaikan ketidakadilan.

3. Faktor peranan keluarga

     Coleman dalam "Review of Educational Research mengemukakan keluarga berfungsi sebagai sentral sumber pendidikan pada waktu silam. Pendidikan seumur hidup dapat memperlengkapi kerangka organisasi yang memungkinkan pendidikan mengambil alih tugas yang dulunya ditangani keluarga. Dalam masalah ini harus diperhatikan bahwa penekanan peranan pendidikn seumur hidup sebagai pembantu keluarga, berarti akan memperluas sistem pendidikan agar dapat menjangkau anak-anak awal dan orang dewasa.

4. Faktor perubahan peranan sosial

    Pendidikan seumur hidup harus berisi elemen penting yang kuat dan memainkan peranan sosial yang amat beragam untuk mempermudah individu melakukan penyesuaian terhadap perubahan hubungan antara mereka/orang lain.

5. Perubahan teknologi

    Pertumbuhan teknologi menyebabkan peningkatan penyediaan informasi yang berakibat pada meningkatnya usia harapan hidup dan menurunnya angka kematian. Semakin banyaknya tersedia kekayaan materi yang berakibat kenudiaan dan materialisme menjiwai nilai-nilai budaya dan spiritual serta berakibat pula kerenggangan dan keterasingan manusia satu dengan lainnya. 

6. Faktor vocational

    Pendidikan vocational diberikan untuk mempersiapkan tenaga kejuruan yang handal, trampil untuk menghadapi tantangan masa depan.

7. Kebutuhan-kebutuhan orang dewasa

    Orang dewasa mengalami efek cepatnya perubahan dalam bidang ketrampilan yang mereka miliki, maka diupayakan sistem pendidikan yang mampu mendidik orang dewasa. Secara radikal perubahan pandangan mengenai kapan seseorang harus disekolahkan dan sekolah apa yang dalam hal ini memerlukan politik pendidikan seumur hidup.

8. Kebutuhan anak-anak awal

    Para ahli mengakui bahwa masa anak-anak awal merupakan fase perkembangan yang mempunyai karakteristik tersendiri bukan semata-mata masa penantian untuk memasuki periode anak anak, remaja dan dewasa. Masa anak-anak awal merupakan basis untuk perkembangan kejiwaan selanjutnya meksipun dalam tingkat tertentu pengalaman-pengalaman yang datang belakangan dapat memodifikasi perkembangan yang pondasinya sudah diletakkan oleh pengalaman sebelumnya.

 D. Tujuan Pendidikan Seumur Hidup

        Ada dua tujuan pendidikan untuk pendidikan manusia seutuhnya dan seumur hidup, yaitu:

1) Mengembangkan potensi kepribadian manusia sesuai dengan kodrat dan hakikatnya, yakni seluruh aspek pembawaannya seoptimal mungkin. Sehingga secara potensial keseluruhan potensi manusia diisi kebutuhannya agar berkembang secara wajar.

2) Dengan mengingat proses pertumbuhan dan perkembangan kepribadian manusia bersifat hidup dan dinamis, maka pendidikan wajib belajar berlangsung selama manusia hidup.

E. Faktor-faktor yang mempengaruhi Pendidikan Seumur Hidup

     Pendidikan seumur hidup (lifelong education) adalah pendidikan tidak berhenti hingga individu menjadi dewasa, tetapi tetap berlanjut sepanjang hidupnya. 

Pendidikan sepanjang hayat menjadi semakin tinggi urgensinya pada saat ini karena manusia terus menerus menyesuaikan diri supaya dapat tetap hidup secara wajar dalam lingkungan masyarakat yang selalu berubah. Sisi lain pendidikan seumur hidup adalah peluang yang luas bagi seseorang untuk terus belajar agar dapat meraih keadaan kehidupan yang lebih baik.


Hal-hal yang menyebabkan dan memungkinkan keadaan seperti itu adalah:

  1.  Majunya ilmu dan teknologi
  2.  Produk-produk teknologi yang perlu di pelajari karena terkait dengan alat-alat kerja
  3. Bagi mereka yang menggunakan alat kerja berbasis teknologi
  4. Perubahan sosial sebagai dampak majunya ilmu dan teknologi

    Dalam hubungannya dengan belajar sepanjang hayat, akan dikemukakan tugas-tugas perkembangan masa dewasa awal, masa setengah baya dan orang tua, untuk memberikan pengalaman belajar yang sesuai dalam rangka belajar sepanjang hayat.

Tugas perkembangan tersebut adalah:

a. Tugas perkembangan masa dewasa awal: Memilih pasangan hidup, bertanggung jawab sebagai warga Negara, dan berupaya mendapatkan kelompok social yang tepat serta menarik.

b. Tugas perkembangan masa setengah baya: Bertanggung jawab social dan menjadi warga Negara yang baik, mengisi waktu senggang dengan kegiatan-kegiatan tertentu, menyesuaikan diri dengan perubahan fisik dan pertambahan umur.

c. Tugas perkembangan orang tua: Menyesuaikan din dengan menurunnya kekuatan fisik, kesehatan dan pendapatan. Menyesuaikan diri dengan keadaan sebagai janda, duda, memenuhi kewajiban sosial sebagai seorang warga Negara yang baik dan membangun kehidupan fisik yang memuaskan.

Tugas-tugas perkembangan itu nampaknya disiapkan untuk belajar sepanjang hayat, yang dapat dilihat dari adanya tugas perkembangan untuk orang dewasa, setengah baya dan untuk masa tua. Tugas perkembangan ini juga amat berguna bagi pendidikan luar sekolah, di rumah dalam kehidupan rumah tangga maupun di lembaga-lembaga pendidikan yang ada di masyarakat, seperti kursus-kursus, perkumpulan sosial, agama, persatuan para lanjut usia dan sebagainya. Dengan demikian tugas perkembangan yang harus ditempuh melalui belajar, tidak hanya dimulai dan masa kanak-kanak, tetapi berlanjut sampai masa dewasa dan masa tua. Jelas bahwa belajar berlangsung secara terus-menerus dan berkesinambungan sepanjang kehidupan seseorang

F. Implikasi Konsep Pendidikan Seumur Hidup

   Implikasi merupakan akibat langsung atau konsekuensi dari suatu keputusan. Dengan demikian maksudnya adalah sesuatu yang merupakan tindak lanjut atau follow up dari suatu kebijakan atau keputusan tentang 

pelaksanaan pendidikan seumur hidup.

 Penerapan azas pendidikan seumur hidup pada isi program pendidikan dan sasaran pendidikan di masyarakat mengandung kemungkinan yang luas. Implikasi pendidikan seumur hidup pada program pendidikan dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori yaitu: 

1. Pendidikan baca tulis fungsional

Program ini tidak saja penting bagi pendidikan seumur hidup dikarenakan relevansinya yang ada pada negara-negara berkembang dengan sebab masih banyaknya penduduk yang buta huruf, mereka lebih senang menonton TV, mendengarkan Radio, mengakses internet dari pada membaca. Meskipun cukup sulit untuk membuktikan peranan melek huruf fungsional terhadap pembangunan sosial ekonomi masyarakat, namun pengaruh IPTEK terhadap kehidupan masyarakat misalnya petani, justru disebabkan oleh karena pengetahuan-pengetahuan baru pada mereka. Pengetahuan baru ini dapat diperoleh melalui bahan bacaan utamanya. Realisasi baca tulis fungsional, minimal memuat dua hal, yaitu:1,Memberikan kecakapan membaca, menulis, menghitung yang fungsional bagi anak didik; 2, Menyediakan bahan-bahan bacaan yang diperlukan untuk mengembangkan lebih lanjut kecakapan yang telah dimilikinya.

2. Pendidikan vokasional.

Pendidikan vokasional adalah sebagai program pendidikan di luar sekolah bagi anak di luar batas usia sekolah, ataupun sebagai pendidikan formal dan non formal, sebab itu program pendidikan yang bersifat remedial agar para lulusan sekolah tersebut menjadi tenaga yang produktif menjadi sangat penting. Namun yang lebih penting ialah bahwa pendidikan vokasional ini tidak boleh dipandang sekali jadi lantas selesai. Dengan terus berkembang dan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi serta makin meluasnya industrialisasi, menuntut pendidikan vokasiaonal itu tetap dilaksanakan secara kontinyu.

3. Pendidikan profesional.

Realisasi pendidikan seumur hidup,dalam kiat-kiat profesi telah tercipta Built in Mechanism yang memungkinkan golongan profesional terus mengikuti berbagai kemajuan dan perubahan menyangkut metodologi, perlengkapan, terminologi dan sikap profesionalnya. Sebab bagaimanapun apa yang berlaku bagi pekerja dan buruh, berlaku pula bagi profesional, bahkan tantangan buat mereka lebih besar.

4. Pendidikan ke arah perubahan dan pembangunan.

Era globalisasi dan informasi yang ditandai dengan pesatnya perkembangan IPTEK, telah mempengaruhi berbagai dimensi kehidupan masyarakat, dengan cara masak yang serba menggunakan mekanik, sampai dengan cara menerobos angkasa luar. Kenyataan ini tentu saja konsekuensinya menurut pendidikan yang berlangsung secara kontinyu (lifelong education). Pendidikan bagi anggota masyarakat dari berbagai golongan usia agar mereka mampu mengikuti perubahan sosial dan pembangunan juga merupakan konsekuensi penting dari azas pendidikan seumur hidup. 

5. Pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik

Selain tuntutan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), dalam kondisi sekarang dimana pola pikir masyarakat. yang semakin maju dan kritis, baik rakyat biasa, maupun pemimpin pemerintahan di negara yang demokratis, diperlukan pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik bagi setiap warga negara. Pendidikan seumur hidup yang bersifat kontinyu dalam konteks ini merupakan konsekuensinya.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

      Asas pendidikan seumur hidup merumuskan bahwa proses pendidikan merupakan suatu proses kontinu yang bermula sejak seseorang dilahirkan hingga meninggal dunia. Proses pendidikan ini mencangkup bentuk-bentuk belajar secara informal maupun formal baik yang berlangsung dalam keluarga, di sekolah, dalam pekerjaan dan dalam kehidupan masyarakat. Tujuan pendidikan seumur hidup adalah untuk mengembangkan potensi kehidupan manusia sesuai dengan kodrat dan hakikatnya, yakni seluruh aspek pembaurannya seoptimal mungkin. Dalam seluruh aspek kehidupan antara lain dalam bidang sosial, ekonomi, politik, teknologi dan lain-lain. Manusia dituntut  untuk selalu bergerak dan mengembangkan diri. Terlebih di era modern ini dimana pengaruh globalisasi mengakibatkan perubahan-perubahan sosial hingga perlunya pendidikan sepanjang hidup.




DAFTAR PUSTAKA

• Bukhori, Mochtar. 1994. Pendidikan dalam Pembangunan. Yogyakarta: PT Tiara Wacana Yogya,.

• Hasbullah.2005. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.


Related Posts