Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Makalah Dasar Dasar Kependidikan Tentang Teori-teori Dan Peran Pendidikan

 



 MAKALAH  DASAR - DASAR KEPENDIDIKAN TENTANG TEORI-TEORI DAN PERAN PENDIDIKAN


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...............................................................................i 

DAFTAR ISI......................................................................................................ii 

BAB I PENDAHULUAN.................................................................................1

A. Latar Belakang ................................................................................1 

B. Rumusan masalah...................................................................................2 

C. Tujuan....................................................................................................2 

BAB II PEMBAHASAN.......................................................................3

A. Pengertian Pendidikan......................................................................3

B. Teori-teori tentang Peran Pendidikan..........................................................3

1. Empirisme.......................................................4

2. Nativisme .......................................................5

3. Naturalisme dan konvergensi.......................................................5

BAB III KESIMPULAN.......................................................................7

DAFTAR PUSTAKA.....................................................................8 

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Education is one way to develop thinking.  The educational process is a process that is deliberately carried out for the sole purpose of educating.  The educational process results in the formation of individual figures as human resources who will play a major role in the process of nation and state development.  Therefore the role of education is very important because education is the main key to creating quality human resources and capable of advancing a country or nation.

The relationship between the educational process and the creation of human resources is a logical relationship that cannot be separated. This is in accordance with the meaning of education itself education is a process or activity that aims to produce simple changes in human behavior.  Behavioral changes that occur due to changes in three elements include several other opinions suggesting that education or being narrowed down.  In teaching, it is an effort that is goal conscious with a systematic focus on changing behavior towards the maturity of the child. This change refers to a process that must be passed.  Without that process, change is impossible and without that process the goal cannot be achieved and the process referred to here is the educational process

Education is a versal activity in human activities even though education is a common symptom in every community life.  However, differences in the philosophical views of life adopted by each nation or society lead to differences in implementation, including differences in the education system.  the implementation of education is inseparable from educational goals that should be achieved so that the role of education can be achieved.

For this reason, this paper is made to provide further information about the role of education which consists of three theories, namely empiricism, nativism, and naturalism.


B . Rumuan Masalah

Rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut

1. Apa pengertian pendidikan?

2. Bagaimana peran pendidikan?

3. Apa saja teori peran pendidikan?


C. Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagao berikut

1. Untuk memperluas informasi pendidikan untuk pembaca dan penulis.

2. Untuk menambah pengrtahuan tentang bagaimana peran pendidikan.

3. Untuk mengetahui teori peran pendidikan

BAB 2
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pendidikan

Pendidikan secara etimologi berasal dari kata “paedagogie” dari bahasa Yunani, terdiri dari kata “pais” artinya anak dan “again” artinya membimbing, jadi jika diartikan, paedagogie artinya bimbingan yang diberikan kepada anak.1 Dalam bahasa Romawi pendidikan berasal dari kata “educate” yang berarti mengeluarkan sesuatu yang berada dari dalam. Sedangkan dalam bahasa Inggris pendidikan diistilahkan dengan kata “to educate” yang berarti memperbaiki moral dan melatih intelektual. 

Secara bahasa definisi pendidikan mengandung arti bimbingan yang dilakukan oleh seseorang (orang dewasa) kepada anak-anak, untuk memberikan pengajaran, perbaikan moral dan melatih intelektual. Bimbingan kepada anak-anak dapat dilakukan tidak hanya dalam pendidikan formal yang diselenggarakan pemerintah, akan tetapi peran keluarga dan masyarakat dapat menjadi lembaga pembimbing yang mampu menuumbuhkan pemahaman dan pengetahuan. 

Berperannya keluarga dan masyarakat dalam melakukan bimbingan pengetahuan, sejalan dengan definisi pendidikan menurut Edgar Dalle yang menjelaskan bahwa pendidikan sebagai usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tetap untuk masa yang akan datang.

B. Teori-teori tentang peran pendidikan

Teori merupakan pengetahuan ilmiah mencakup penjelasan mengenai suatu 

sektor tertentu dari disiplin ilmu dan dianggap benar24 berdasarkan hasil pengamatan, penelitaian yang mendalam mengenai disiplin ilmu tertentu. Teori pendidikan hadir dilatarbelakangi akan adanya kebutuhan dalam proses belajar  mengajar. Berbagai teori pendidikan yang memberikan andil terhadap perkembangan proses belajar mengajar dan dapat menyelesaikan permasalahan pendidikan. Secara garis besar teori pendidikan dilatarbelakangi oleh aliran Empirisme, Nativisme, Konvergensi. 

1. Empirisme

Aliran Empirisme Toko aliran Empirisme adalah John Lock, filosof Inggris yang hidup pada tahun 1632-1704. Teorinya dikenal dengan Tabula rasa (meja lilin), dengan istilah lain berarti batu tulis kosong atau lembaran kosong (blank Slate/blank tablet) (Syah, 2008:44). Yang menyebutkan bahwa anak yang lahir ke dunia seperti tempat putih yang bersih. Kertas putih akan mempunyai corak dan tulisan yang digores oleh lingkungan. Aliran di sokong pendapatnya oleh J. F. Herbert dengan teori psikologi asosiasinya. Ia berpendapat bahwa jiwa manusia adalah kosong sejak dilahirkan baru akan berisi bila alat inderanya telah dapat menangkap sesuatu yang kemudian diteruskan oleh uart sarafnya masuk kedalam kesadaran, yaitu jiwa (Syah, 2008:28). Faktor bawaan dari orang tua (faktor turunan) tidak dipentingkan. Pengalaman diperoleh anak melalui hubungan dengan lingkungan (sosial, alam, dan budaya). Pengaruh empiris yang diperoleh dari lingkungan berpengaruh besar terhadap perkembangan anak. Menurut aliran ini, pendidik: sebagai faktor luar memegang peranan sangat penting, sebab pendidik menyediakan lingkungan pendidikan bagi anak, dan anak akan menerima pendidikan sebagai pengalaman. Pengalaman tersebut akan membentuk tingkah laku, sikap, serta watak anak sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan Misalnya: suatu keluarga yang kaya raya ingin memaksa anaknya menjadi pelukis. Segala alat diberikan dan pendidik ahli didatangkan. Akan tetapi gagal, karna bakat melukis pada anak itu tidak ada. Akibatnya dalam diri anak terjadi konflik, pendidikan mengalami kesukaran dan hasilnya tidak optimal. Contoh lain, ketika dua anak kembar sejak lahir dipisahkan dan dibesarkan dilingkungan yang berbeda. Satu dari mereka dididik di desa oleh keluarga petani golongan miskin, yang satu dididik di lingkungan keluarga kaya yang hidup di kota dan disekolahkan di sekolah modern. Ternyata pertumbuhannya tidak sama. Kelemaha aliran ini adalah hanya mementingkan pengalaman. Sedangkan kemampuan dasar yang dibawah anak sejak lahir dikesampingkan. Padahal, ada anak yang berbakat dan berhasil meskipun lingkungan tidak mendukung.

Aliran Empirisme menjelaskan bahwa pembentukan dan perkembangan manusia dalam menerima informasi dan pendidikan ditentukan oleh faktor lingkungan.25 Pelopor teori ini adalah John Lock (1632-1704) seorang yang berkebangsaan Inggris yang mempunyai gagasan bahwa segala sesuatu berada dalam pikiran dan hasil dari pengalaman inderawi bukan berasal dari akal budi.26 Teori ini lebih dikenal dengan Tabularasa (a blank sheet of paper), dimana setiap individu yang lahir diumpamakan seperti kertas putih, untuk perkembangan selanjutnya faktor yang sangat mempengaruhi dan menentukan adalah lingkungan. Teori ini bersifat optimistik, dimana setiap individu yang lahir mempunyai potensi dan peluang besar untuk dapat berubah sesuai dengan lingkungan dan pengalaman yang diterima. Menurut teori ini pendidikan memegang peranan penting, karena dengan lingkungan pendidikan yang baik setiap individu akan mendapatkan proses pendidikan yang baik yang dapat menghasilkan tujuan hidup. Aliran ini berseberangan dengan aliran pendidikan nativisme.

2. Nativisme

Aliran Nativisme berpendapat bahwa perkembangan kepribadian setiap individu hanya ditentukan oleh bawaan (kemampuan dasar) bakat serta faktor dalam bersifat kodrati. Faktor lingkungan dan pengalaman inderawi tidak berpengaruh sama sekali. Manusia lahir sudah memiliki bakat, kemampuan dan potensi yang alami dan tidak dapat dirubah oleh lingkungan sekitar. Tokoh teori ini seorang filosof berasal dari Jernam bernama Arthur Schopenhauer (1788-1860) yang lahir di Danzig (Polandia). Aliran ini disebut aliran pesimistik, karena perkembangan setiap individu tidak dapat berubah dan bersifat kodrati, meskipun berbagai upaya telahdilakukan, sehingga setiap individu tidak perlu berupaya dan bekerja keras untuk merubah kehidupan ini karena semua sudah kodrati. Dalam dunia pendidikan, menurut teori ini setiap individu akan berkembang dan berhasil melakukan proses pembelajaran sesuai dengan bakat dan pembawaannya

3. Naturalisme dan Konvergensi

Dari dua teori yang berkembang, melahirkan teori yang menggabungkan antara teori nativisme dan teori empirisme, teori ini disebut teori konvergensi. Teori Konvergensi merupakan teori perpaduan, dimana menjelaskan bahwa perkembangan manusia dipengaruhi oleh faktor bakat/kemampuan dasar dan alam 

sekitar. Proses perkembangan dan pembentukan kepribadian manusia merupakan proses interaktif dan dialektis antara kemamapuan dasar dan alam lingkungan secara kesinambungan. Perkembangan pribadi sesungguhnya adalah hasil proses kerjasama kedua faktor baik internal (potensi hereditas), maupun faktor eksternal (lingkungan budaya dan pendidikan). 29 Pelopor teori ini adalah Wiliam Stern (1871-1983), seorang filosof berkebangsan Jerman. Teori ini menjelaskan bahwa bakat setiap individu tidak akan berkembang dengan baik tanpa adanya lingkungan setiap individu yang mendukung bakat tersebut. Teori ini menemukan dua garis yaitu bakat dan lingkungan memusat kesatu titik (konvergensi).

Aliran naturalisme yang dibidani oleh J.J Rousseau yang berpendapat bahwa: segala suci dari tangan Tuhan rusak ditangan manusia (Banjari, 2008:27). Faktor lingkungan kurang berpengaruh terhadap pendidikan dan perkembangan anak. Oleh karena itu, hasil pendidikan ditentukan oleh bakat yang dibawa sejak lahir. Dengan demikian, menurut aliran ini, keberhasilan belajar ditentukan oleh individu itu sendiri. Nativisme berpendapat jika anak memiliki bakat jahat dari lahir, ia menjadi jahat dan sebaliknya jika nak memiliki bakat baik, ia akan menjadi baik. Pendidikan anak yang tidak sesuai dengan bakat yang dibawa tidak akan berguna bagi perkembangan anak itu sendiri.



BAB 3
Kesimpulan

Kesimpulan

Pendidikan secara etimologi berasal dari kata “paedagogie” dari bahasa Yunani, terdiri dari kata “pais” artinya anak dan “again” artinya membimbing, jadi jika diartikan, paedagogie artinya bimbingan yang diberikan kepada anak.1 Dalam bahasa Romawi pendidikan berasal dari kata “educate” yang berarti mengeluarkan sesuatu yang berada dari dalam. Sedangkan dalam bahasa Inggris pendidikan diistilahkan dengan kata “to educate” yang berarti memperbaiki moral dan melatih intelektual. Teori peran pendidikan terdiri sari 3(tiga) yaitu empirisme,nativisme, dan naturalisme

DAFTAR PUSTAKA

MUSDALIFAH . PESERTA DIDIK DALAM PANDANGAN NATIVISME, 

EMPIRISME, DAN KONVERGENSI.Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar

Siti Sholichah,Aas.TEORI-TEORI PENDIDIKAN DALAM AL-QUR’AN. Edukasi Islam, Jurnal Pendidikan Islam Vol.07, No. 1


Posting Komentar untuk "Makalah Dasar Dasar Kependidikan Tentang Teori-teori Dan Peran Pendidikan"