var config = { //`true` jika pakai, `false` jika tidak lazyads: true, //Lazy Load AdSense infinite_scroll: { //Infinite Scroll di Homepage pakai: true, text: 'Loading...' //Tulisan ketika memuat }, adblock: { //Anti Adblock pakai: true, text: 'Matikan AdBlock pada browser untuk melihat konten blog ini.' }, slider: { //Slider besar di atas pakai: false, kecepatan: 3, //kecepatan jeda slide dalam detik tinggi: 360 //tinggi gambar dalam pixel (px) }, halaman_berjudul: { //Navigasi Halaman dengan Judul di Postingan pakai: true, /* Pengaturan Text */ next: 'Next', prev: 'Previous', latest: 'Latest', oldest: 'Oldest' }, related_post_tengah: { //Artikel Terkait di Tengah Postingan jumlah: 4, image: true, //pakai gambar atau tidak noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-PVJS-O_HWI4/XeCQCsYdF2I/AAAAAAAAIL0/m7lJ8e68_OkMiRwowKFA-UsdcGTpzN2fwCLcBGAsYHQ/s100/igniplex-no-image.png' //gambar dari noimage }, related_post_bawah: { //Artikel Terkait di Bawah Postingan jumlah: 6, image: true, //pakai gambar atau tidak noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-PVJS-O_HWI4/XeCQCsYdF2I/AAAAAAAAIL0/m7lJ8e68_OkMiRwowKFA-UsdcGTpzN2fwCLcBGAsYHQ/s200/igniplex-no-image.png' //gambar dari noimage }, middlebar: { jumlah: 5, image: true, //pakai gambar atau tidak noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-PVJS-O_HWI4/XeCQCsYdF2I/AAAAAAAAIL0/m7lJ8e68_OkMiRwowKFA-UsdcGTpzN2fwCLcBGAsYHQ/s125/igniplex-no-image.png' //gambar dari noimage } };

Makalah Dasar Dasar Pendidikan Tentang : Peserta Didik

 





 MAKALAH DASAR DASAR PENDIDIKAN

PESERTA DIDIK

DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH DASAR DASAR PENDIDIKAN


JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM PENGEMBANGAN ILMU QUR'AN

SUMATERA BARAT

2020 MASEHI / 1442 HIJRIAH

مقدمة

الحمد لله ، نحمده ، ونستعين به ، ونستغفره ، ونعوذ بالله من شر نفوسنا ، ومن عملنا لن يهديه الله. وصلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بالرحمة والسلام. ما يزال.

الحمد لله ، لقد أكملنا مهام مقال التعليم الأساسي بشكل صحيح وسهل

من خلال هذه الورقة ، نأمل حقًا في زيادة المعرفة عن الطلاب. لأن التعليم مهم جدًا بالنسبة لنا ، خاصة أولئك الذين ما زالوا طلابًا حاليًا. نأمل أن تسهل هذه الورقة علينا متابعة عملية التدريس والتعلم في الحرم الجامعي وأيضًا زيادة وعينا بأهمية تعلم التعليم الأساسي بالنسبة لنا ، وخاصة الشعب الإندونيسي.

نشكرك جزيل الشكر لأولئك الذين حفزونا وساعدونا في إكمال المهام الورقية. بالنظر إلى أن هذه الورقة بعيدة عن أن تكون مرضية ، يرجى أن تسامح وتنتقد قليلاً ، حتى نتمكن من إعداد ورقة أفضل في المرة القادمة.

أخيرًا ، نود أن نشكر القراء الذين استمتعوا بقراءة هذه الورقة. نأمل أن تكون هذه الورقة مفيدة لنا جميعًا. أمين


DAFTAR ISI


مقدمة i

DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang 1

B. Rumusan Masalah 1

C. Tujuan 1

BAB II PEMBAHASAN 2

A. Pengertian Peserta Dididk 2

B. Karakteristik Peserta Didik 2

C. Sistem Pengelolaan Peserta Didik 5

BAB III PENUTUP 7

A. Kesimpulan 7

B. Saran 7

DAFTAR PUSTAKA 8




BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

    Setiap individu memiliki perbedaan antara yang satu dengan yang lain. Mulai dari perbedaan fisik, pola befikir, dan cara merespon atau mempelajari hal-hal baru. Salah satu komponen pendidikan adalah adanya peserta didik, peserta didik merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem pendididkan, sesab sessorang tidak bisa dikatakan sebagai pendidik apabila tidak ada yang dididiknya.

Peserta didik adalah orang yang memiliki potensi dasar, yang perlu dikembangkan melalui pendididikan, baik secara fisik maupun psikis, baik pendidikan tersebut dilingkunan keluarga, sekolah, dan dilingkunan masyarakat.

Sebagai peserta didik juga harus memahami hak dan kewajiban serta melaksanakannya. Hak adalah sesuatu yang harus diterima oleh peserta didik, sedangkang kewajiban adalah sesuatu yang wajib dilakukan atau dilaksanakan oleh peserta didik.


Rumusan Masalah

  1. Rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai beriku
  2. Apa pengertian peserta didik?
  3. Bagaimana karakteristik peserta didik?
  4. Apa saja jenis-jenis perkembangan peserta didik?
  5. Bagaimana sistem pengelola peserta didik?


Tujuan

  1. Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah
  2. Untuk mengetahui pengertian peserta didik
  3. Untuk mengetahui karakteristik peserta didik
  4. Untuk mengetahui jenis-jenis perkembangan pserta didik
  5. Untuk mengetahui sistem pengelolaan peserta didik


BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Peserta Dididk

    Dalam Undang Undang No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Pasal 1 ayat 4) peserta didik diartikan sebagai anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur jenjang dan jenis pendidikan tertentu.

    Menurut Toto Suharto (2006: 123) peserta didik adalah mahluk Allah yang terdiri dari aspek jasmani dan rohani yang belum tercapai taraf kematangan, baik fisik, mental, intelektual, maupun pisikologi. Oleh karena itu, ia denantiasa memerlukan bantuan, bimbingan dan arahan pendidikan agar dapat mengembangkan potensinya secara optimal dan membimbingnya menuju kedewasaan. Potensi dasar yang dimiliki peserta didik, kiranya tidak akan berkembang secara maksimal tanpa melalui proses pendidikan.

    Dalam kegiatan pendidikan peserta didik mempunyai posisi sentral, proses pendididkan pada dasarnyadi arahkan pada sasaran pokok, yakni berkembangnya potensis peserta didik secara optimal menuju terbentuknya manusia berkepribadian utama.


Dalam proses pendidikan terdapat 4 hakikat peserta didik yaitu:

Peserta didik bertanggung jawab terhadap pendidikan sesuai dengan wawasan pendidikan seumur hidup.

Memiliki potensi baik fisik maupun psikologi yang berbeda-beda sehingga masing-masing peserta didik merupakan insan yang unik.

Pembinaan individu serta perlakuan yang manusiawi.

Pada dasarnya merupakan insan yang aktif menghadapi lingkungan.


Karakteristik Peserta Didik

    Setiap peserta didik memliki ciri dan sifat atau karakteristik yang sangat beraneka ragam yang terbentuk berdasarkan lingkungan peserta masing-masing. Agar pembelajaran dapat mencapai hasil yang optimal guru sebagai pendidik perlu memahami karakteristik peserta didik. Karakteristik bawaan merupakan karakteristik yang dimiliki sejak lahir baik menyangkut faktor biologis maupun faktor pisikologis.


Karakteristik Peserta didik, yaitu:

Anak bukan miniatur orang dewasa

Anak adalah anak dengan dunianya sendiri, dunia anak . Pandangan kuno berpendapat bahwa anak adalah orang dewasa dalam bentuk kecil. Karena tergolong manusia dewasa, pendidikan yang diberikan pada anak waktu itu seperti yang biasa diberikan pada orang dewasa, sehingga anak dan guru menghadapi banyak kesulitan dalam kegiatan pembelajaran.

Perkembangan dan Pertumbuhan anak dipengaruhi beberapa faktor

Dalam bahasan tentang peserta didik ada dua istilah penting yang perlu di pahami, yakni perkembangan dan pertumbuhan. Istilah perkembangan lebih menunjuk pada aspek kualitatif, sedangakan pertumbuhan lebih menunjuk kuantitatif. Meskipun istilah perkembangan dan pertumbuhan mempunyai makna yang berbeda, perlu dipahami bahwa keduanya merupakan proses yang saling berhubungan.

Anak berkembang mengikuti suatu pola umum yang sama

Misalnya anak harus belajar merangkak terlebih dahulu sebelum belajar berdiri, dan harus belajar berdiri sebelum berjalan.

Perkembangan bersifat kontinyu

Kontinyu memandang perkembangan sebagai proses kumulatif penambahan pada tipe keterampilan-keterampilan. Perkembangan sebagai proses terus menerus secara halus rata atau lembut (smoth). Anak-anak secara sedikit demi sedikit bertambah tipe-tipe keterampilan yang sama. Perkembangan dapat digambarkan seperti garis lurus linear yang sambung menyambung secara lembut.

Perkembangan anak mengikuti fase-fase tertentu.

Menurut para ahli batasan tentang fase-fase perkembangan anak adalah:

Oswald Kroh berpedoman pada adanya masa tros (kegoncangan jiwa).

Khonstamn, mebagi fase perkembangan anak menjadi lima fase , yaitu:

  1. Periode vital
  2. Periode estetis
  3. Periode sosial
  4. Periode manusia matang

Ali Fikri, membagi periode perkembangan anak sebagai berikut:

  1. Masa kanak-kanak
  2. Masa akal baligh
  3. Masa syabihah
  4. Masa rujulah/ pemuda pertama
  5. Masa pemuda kedua
  6. Masa kuhulah
  7. Masa umur menurun
  8. Masa kakek/ nenek pertama
  9. Masa kakek/ nenek kedua
  10. Masa pikun
  11. Masa meninggal

Tempo perkembangan anak tidak sama

Tempo perkembangan adalah cepat lambatnya perkembangan seseorang untuk suatu aspek perkembangan tertentu. Ada anak yang cepat dan yang lambat tempo perkembangannya.

Anak memiliki irama perkembangan

Irama perkembangan adalah gerak perkembangan yang dialami masing-masing anak, baik perkembangan jasmani maupun rohani.

Anak memiliki tugas perkembangan

Tugas yang harus dijalani oleh masing-masing individu dalam tiap periode perkembangannya.

Anak memiliki kebutuhan dalam hidupnya

Dalam proses kehidupan, setiap anak memiliki beragam kebutuhan.

Setiap anak memiliki perbedaan individual

Tidak akan pernah ditemukan dua anak yang persis sama, walaupun keduanya kembar.

Anak sebagai keseluruhan (the whole child)

Manusia adalah mahluk monoplurasi, walaupun terdiri dari banyak aspek tetapi merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Setiap anak merupakan mahluk yang aktif dan kreatif

    Dalam proses pendidikan anak tidak boleh dipandang sebagai objek pendidikan yang hanya siap menerima. Akan tetapi anak didik harus dipandang sebagai subjek yang aktif dan kreatif dalam pendidikan, yang tidak hanya siap menerima tapi juga bisa memberikan masukan dan berbagai alternatif dalam kegiatan pendidikan.


Jenis-jenis Perkembangan Peserta Didik :

Perkembangan Monotorik

Perkembangan dapat dimaknai sebagai suatu proses perubahan kapasitas fungsional atau kemampuan kerja organ-organ tubuh ke arah keadaan yang makin terorganisasi dan terspialisis. Perkembangan      terjadi dalam bentuk perubahan kualitatif, kuantitatif atau kedua-duanya secara serempak.

Perkembangan monotorik berupa gerakan-gerakan tubuh yang dimotori dengan kerja sama antar otot, otak dan saraf. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik adalah:

  1. Kesiapan belajar
  2. Kesempatan belajar
  3. Kesempatan berpraktek
  4. Model yang baik
  5. Bimbingan
  6. Motivasi


Perkembangan Kongnitif

Dalam kajian-kajian psikologi kognitif, ada dua tokoh sentral yang melahirkan teori pendidikan , teori kognitif, yaitu: Jean Piage dan Lev Vygotsky.

Jean Piage berpendapat bahwa anak dapat membangun secara aktif dunia kognitif mereka sendiri. Menurutnya terdapat dua proses yang mendasari perkembangan dunia individu, yaitu pengorganisasi dan penyesuaian (adaptasi). Kencederungan organisasi dapat dilukiskan sebagai kecenderungan bawaan setiap organisme untuk mengintegrasi proses-proses sendiri menjadi sistem-sistem yang koheran. Sedangkan adaptasi dapat dilukiskan sebagai kecenderungan bawaan setiap organisme untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan keadaa sosial.

Tokoh kedua adalah Lev Vygotsky yang berpendapat bahwa anak-anak lahir dengan funsi mental relatif dasar seperti kemampuan untuk memahami dunia luar dan memusatkan perhatian. Dalam pandangan Vygotsky, seseorang mengalami perkembangan kognitif dan bahasa melalui interalisasi nilai-nilai sosial, atau sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang berkembang di lingkungan sekitar.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kognitif, adalah:

  1. Fisik
  2. Kematangan
  3. Pengaruh sosial
  4. Proses pengaturan diri yang disebut ekuilibrasi


Perkembangan Moral (Afektif)

Moral berasal dari kata latin mores yang berarti tata cara, kebiasaan, atau adat. Perilaku sikap moral berarti perilaku yang sesuai dengan kode moral kelompok sosial yang dikembangkan oleh konsep sosial. Yang dimaksud konsep sosial adalah peraturan perilaku yang telah menjadi kebiasaan bagi anggota suatu budaya.

Beberapapendapat para ahli tentang defenis moral diantaranya adalah:

James Rachels bahwa moralitas adalah usaha untuk membimbing tindakan seseorang dengan akal.

Frans Magnis Suseno menyatakan bahwa moral mengacu pada baik buruknya manusia sebagai manusia, sehingga moral adalah bidang kehidupan manusia dilihat dari segi kebaikannya sebagai manusia.


Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan atau pembentukan moral adalah sebagai berikut:

Harmonis hubungan antara orang tua dan anak

Pengambaran model-model atau figur-figur yang menjadikan anak ingin meniru

Tingkat penaralan seseorang sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak


Sistem Pengelolaan Peserta Didik

    Dalam proses belajar mengajar, siswa sebagai pihak yang ingin meraih cita-cita,memiliki tujuan dan kemudian ingin memcapainya secara optimal. Siswa itu akan menjadi faktor penentu, sehingga menuntut dan dapat mempengaruhi segala sesuatu yang diperlukan untuk mencapai tujuan belajar atau tujuan pendidikan 


Menurut Abu Ahmad dan Widodo Supriyono melihat siswa sebagai individu dengan segala perbedaan dan persamaan yakni:

  1. Persamaan dan perbedaan dalam kecerdasan
  2. persamaan dan pebedaan dalam kecakapan
  3. Pesamaan dan perbedaan dalam hasil belajar
  4. Persamaan dan perbedaan dalam bakat
  5. Persamaan dan perbedaan dalam sikap
  6. Persaan dan perbedaan dalam kebiasaan
  7. Persamaan dan perbedaan dalam pengetahuan atau pengalaman
  8. Persamaan dan perbedaan dalam ciri-ciri jasmani
  9. Persamaan dan perbedaan dalam minat
  10. Persamaan dan perbedaan dalam cita-cita
  11. Persamaan dan perbedaan dalam dalam kebutuhan
  12. Persamaan dan perbedaan dalam kepribadian
  13. Persamaan dan perbedaan dalam pola-pola dan tempo perkembangan
  14. Persamaan dan perbedaan dalam latar belakang lingkungan


Adapun menurut Mulyani Sumantri dalam mengembangkan keterampilan mengelola siswa yang bersifat preventif, guru dapat menggunakan kemampuan dengan cara sebagai berikut:

  1. Sikap tanggap
  2. Membagi perhatian
  3. Memusatkan perhatian kelompok
  4. Memberi petunjuk yang jelas
  5. Menegur
  6. Memberi penguatan

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

    Peserta didik adalah orang yang memiliki potensi dasar, yang perlu dikembangkan melalui pendidikan, baik secara fisik maupun psikis, baik pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat dimana anak tersebut berada.

    Anak didik memiliki ciri khas yang berbeda dengan manusia dewasa. Ada dua belas karakteristik yang terdapat pada peserta didik.

    Perkembangan dapat dimaknai sebagai suatu proses perubahan kapasitas fungsional atau kemampuan kerja organ-organ tubuh kearah yang makin terorganisasi dan terspesialisasi. Perkembangan terjadi dalam bentuk perubahan kuantitatif, kualitatif atau kedua-duanya secara serentak.

    Dalam proses belajar mengajar, siswa sebagai pihak yang ingin meraih cita-cita, memiliki tujuan mencapai pembelajaran secara optimal. Siswa memiliki faktor penentu, yang dapat mempengaruhi segala sesuatu yang diperlukan untuk mencapai tujuan belajarnya.

Saran

    Pentingnya posisi peserta didik dalam proses pendidikan, maka pihak-pihak terkait penyelenggara an pendidikan khusus pendidik, sangat penting memahami peserta didik. Dan sebagai peserta didik juga harus memahami hak dan kewajibannya serta melaksanakannya.


DAFTAR PUSTAKA

Kosim, Muhammad. Pengantar Ilmu Pendidikan, Surabaya; Pena Salsabila, 2013.

Sholichin, Muchlis, H. M. Psikologi Belajar Aplikasi Teori Belajar dalam Pembelajaran, Surabaya; Pena Salsabila, 2013.

Djamarah Syaiful Bahri & Zain Aswan, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta; Rineka Cipta, 2006.



Makalah Dasar Dasar Pendidikan Tentang : Peserta Didik

 





 MAKALAH DASAR DASAR PENDIDIKAN

PESERTA DIDIK

DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH DASAR DASAR PENDIDIKAN


JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM PENGEMBANGAN ILMU QUR'AN

SUMATERA BARAT

2020 MASEHI / 1442 HIJRIAH

مقدمة

الحمد لله ، نحمده ، ونستعين به ، ونستغفره ، ونعوذ بالله من شر نفوسنا ، ومن عملنا لن يهديه الله. وصلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بالرحمة والسلام. ما يزال.

الحمد لله ، لقد أكملنا مهام مقال التعليم الأساسي بشكل صحيح وسهل

من خلال هذه الورقة ، نأمل حقًا في زيادة المعرفة عن الطلاب. لأن التعليم مهم جدًا بالنسبة لنا ، خاصة أولئك الذين ما زالوا طلابًا حاليًا. نأمل أن تسهل هذه الورقة علينا متابعة عملية التدريس والتعلم في الحرم الجامعي وأيضًا زيادة وعينا بأهمية تعلم التعليم الأساسي بالنسبة لنا ، وخاصة الشعب الإندونيسي.

نشكرك جزيل الشكر لأولئك الذين حفزونا وساعدونا في إكمال المهام الورقية. بالنظر إلى أن هذه الورقة بعيدة عن أن تكون مرضية ، يرجى أن تسامح وتنتقد قليلاً ، حتى نتمكن من إعداد ورقة أفضل في المرة القادمة.

أخيرًا ، نود أن نشكر القراء الذين استمتعوا بقراءة هذه الورقة. نأمل أن تكون هذه الورقة مفيدة لنا جميعًا. أمين


DAFTAR ISI


مقدمة i

DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang 1

B. Rumusan Masalah 1

C. Tujuan 1

BAB II PEMBAHASAN 2

A. Pengertian Peserta Dididk 2

B. Karakteristik Peserta Didik 2

C. Sistem Pengelolaan Peserta Didik 5

BAB III PENUTUP 7

A. Kesimpulan 7

B. Saran 7

DAFTAR PUSTAKA 8




BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

    Setiap individu memiliki perbedaan antara yang satu dengan yang lain. Mulai dari perbedaan fisik, pola befikir, dan cara merespon atau mempelajari hal-hal baru. Salah satu komponen pendidikan adalah adanya peserta didik, peserta didik merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem pendididkan, sesab sessorang tidak bisa dikatakan sebagai pendidik apabila tidak ada yang dididiknya.

Peserta didik adalah orang yang memiliki potensi dasar, yang perlu dikembangkan melalui pendididikan, baik secara fisik maupun psikis, baik pendidikan tersebut dilingkunan keluarga, sekolah, dan dilingkunan masyarakat.

Sebagai peserta didik juga harus memahami hak dan kewajiban serta melaksanakannya. Hak adalah sesuatu yang harus diterima oleh peserta didik, sedangkang kewajiban adalah sesuatu yang wajib dilakukan atau dilaksanakan oleh peserta didik.


Rumusan Masalah

  1. Rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai beriku
  2. Apa pengertian peserta didik?
  3. Bagaimana karakteristik peserta didik?
  4. Apa saja jenis-jenis perkembangan peserta didik?
  5. Bagaimana sistem pengelola peserta didik?


Tujuan

  1. Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah
  2. Untuk mengetahui pengertian peserta didik
  3. Untuk mengetahui karakteristik peserta didik
  4. Untuk mengetahui jenis-jenis perkembangan pserta didik
  5. Untuk mengetahui sistem pengelolaan peserta didik


BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Peserta Dididk

    Dalam Undang Undang No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Pasal 1 ayat 4) peserta didik diartikan sebagai anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur jenjang dan jenis pendidikan tertentu.

    Menurut Toto Suharto (2006: 123) peserta didik adalah mahluk Allah yang terdiri dari aspek jasmani dan rohani yang belum tercapai taraf kematangan, baik fisik, mental, intelektual, maupun pisikologi. Oleh karena itu, ia denantiasa memerlukan bantuan, bimbingan dan arahan pendidikan agar dapat mengembangkan potensinya secara optimal dan membimbingnya menuju kedewasaan. Potensi dasar yang dimiliki peserta didik, kiranya tidak akan berkembang secara maksimal tanpa melalui proses pendidikan.

    Dalam kegiatan pendidikan peserta didik mempunyai posisi sentral, proses pendididkan pada dasarnyadi arahkan pada sasaran pokok, yakni berkembangnya potensis peserta didik secara optimal menuju terbentuknya manusia berkepribadian utama.


Dalam proses pendidikan terdapat 4 hakikat peserta didik yaitu:

Peserta didik bertanggung jawab terhadap pendidikan sesuai dengan wawasan pendidikan seumur hidup.

Memiliki potensi baik fisik maupun psikologi yang berbeda-beda sehingga masing-masing peserta didik merupakan insan yang unik.

Pembinaan individu serta perlakuan yang manusiawi.

Pada dasarnya merupakan insan yang aktif menghadapi lingkungan.


Karakteristik Peserta Didik

    Setiap peserta didik memliki ciri dan sifat atau karakteristik yang sangat beraneka ragam yang terbentuk berdasarkan lingkungan peserta masing-masing. Agar pembelajaran dapat mencapai hasil yang optimal guru sebagai pendidik perlu memahami karakteristik peserta didik. Karakteristik bawaan merupakan karakteristik yang dimiliki sejak lahir baik menyangkut faktor biologis maupun faktor pisikologis.


Karakteristik Peserta didik, yaitu:

Anak bukan miniatur orang dewasa

Anak adalah anak dengan dunianya sendiri, dunia anak . Pandangan kuno berpendapat bahwa anak adalah orang dewasa dalam bentuk kecil. Karena tergolong manusia dewasa, pendidikan yang diberikan pada anak waktu itu seperti yang biasa diberikan pada orang dewasa, sehingga anak dan guru menghadapi banyak kesulitan dalam kegiatan pembelajaran.

Perkembangan dan Pertumbuhan anak dipengaruhi beberapa faktor

Dalam bahasan tentang peserta didik ada dua istilah penting yang perlu di pahami, yakni perkembangan dan pertumbuhan. Istilah perkembangan lebih menunjuk pada aspek kualitatif, sedangakan pertumbuhan lebih menunjuk kuantitatif. Meskipun istilah perkembangan dan pertumbuhan mempunyai makna yang berbeda, perlu dipahami bahwa keduanya merupakan proses yang saling berhubungan.

Anak berkembang mengikuti suatu pola umum yang sama

Misalnya anak harus belajar merangkak terlebih dahulu sebelum belajar berdiri, dan harus belajar berdiri sebelum berjalan.

Perkembangan bersifat kontinyu

Kontinyu memandang perkembangan sebagai proses kumulatif penambahan pada tipe keterampilan-keterampilan. Perkembangan sebagai proses terus menerus secara halus rata atau lembut (smoth). Anak-anak secara sedikit demi sedikit bertambah tipe-tipe keterampilan yang sama. Perkembangan dapat digambarkan seperti garis lurus linear yang sambung menyambung secara lembut.

Perkembangan anak mengikuti fase-fase tertentu.

Menurut para ahli batasan tentang fase-fase perkembangan anak adalah:

Oswald Kroh berpedoman pada adanya masa tros (kegoncangan jiwa).

Khonstamn, mebagi fase perkembangan anak menjadi lima fase , yaitu:

  1. Periode vital
  2. Periode estetis
  3. Periode sosial
  4. Periode manusia matang

Ali Fikri, membagi periode perkembangan anak sebagai berikut:

  1. Masa kanak-kanak
  2. Masa akal baligh
  3. Masa syabihah
  4. Masa rujulah/ pemuda pertama
  5. Masa pemuda kedua
  6. Masa kuhulah
  7. Masa umur menurun
  8. Masa kakek/ nenek pertama
  9. Masa kakek/ nenek kedua
  10. Masa pikun
  11. Masa meninggal

Tempo perkembangan anak tidak sama

Tempo perkembangan adalah cepat lambatnya perkembangan seseorang untuk suatu aspek perkembangan tertentu. Ada anak yang cepat dan yang lambat tempo perkembangannya.

Anak memiliki irama perkembangan

Irama perkembangan adalah gerak perkembangan yang dialami masing-masing anak, baik perkembangan jasmani maupun rohani.

Anak memiliki tugas perkembangan

Tugas yang harus dijalani oleh masing-masing individu dalam tiap periode perkembangannya.

Anak memiliki kebutuhan dalam hidupnya

Dalam proses kehidupan, setiap anak memiliki beragam kebutuhan.

Setiap anak memiliki perbedaan individual

Tidak akan pernah ditemukan dua anak yang persis sama, walaupun keduanya kembar.

Anak sebagai keseluruhan (the whole child)

Manusia adalah mahluk monoplurasi, walaupun terdiri dari banyak aspek tetapi merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Setiap anak merupakan mahluk yang aktif dan kreatif

    Dalam proses pendidikan anak tidak boleh dipandang sebagai objek pendidikan yang hanya siap menerima. Akan tetapi anak didik harus dipandang sebagai subjek yang aktif dan kreatif dalam pendidikan, yang tidak hanya siap menerima tapi juga bisa memberikan masukan dan berbagai alternatif dalam kegiatan pendidikan.


Jenis-jenis Perkembangan Peserta Didik :

Perkembangan Monotorik

Perkembangan dapat dimaknai sebagai suatu proses perubahan kapasitas fungsional atau kemampuan kerja organ-organ tubuh ke arah keadaan yang makin terorganisasi dan terspialisis. Perkembangan      terjadi dalam bentuk perubahan kualitatif, kuantitatif atau kedua-duanya secara serempak.

Perkembangan monotorik berupa gerakan-gerakan tubuh yang dimotori dengan kerja sama antar otot, otak dan saraf. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik adalah:

  1. Kesiapan belajar
  2. Kesempatan belajar
  3. Kesempatan berpraktek
  4. Model yang baik
  5. Bimbingan
  6. Motivasi


Perkembangan Kongnitif

Dalam kajian-kajian psikologi kognitif, ada dua tokoh sentral yang melahirkan teori pendidikan , teori kognitif, yaitu: Jean Piage dan Lev Vygotsky.

Jean Piage berpendapat bahwa anak dapat membangun secara aktif dunia kognitif mereka sendiri. Menurutnya terdapat dua proses yang mendasari perkembangan dunia individu, yaitu pengorganisasi dan penyesuaian (adaptasi). Kencederungan organisasi dapat dilukiskan sebagai kecenderungan bawaan setiap organisme untuk mengintegrasi proses-proses sendiri menjadi sistem-sistem yang koheran. Sedangkan adaptasi dapat dilukiskan sebagai kecenderungan bawaan setiap organisme untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan keadaa sosial.

Tokoh kedua adalah Lev Vygotsky yang berpendapat bahwa anak-anak lahir dengan funsi mental relatif dasar seperti kemampuan untuk memahami dunia luar dan memusatkan perhatian. Dalam pandangan Vygotsky, seseorang mengalami perkembangan kognitif dan bahasa melalui interalisasi nilai-nilai sosial, atau sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang berkembang di lingkungan sekitar.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kognitif, adalah:

  1. Fisik
  2. Kematangan
  3. Pengaruh sosial
  4. Proses pengaturan diri yang disebut ekuilibrasi


Perkembangan Moral (Afektif)

Moral berasal dari kata latin mores yang berarti tata cara, kebiasaan, atau adat. Perilaku sikap moral berarti perilaku yang sesuai dengan kode moral kelompok sosial yang dikembangkan oleh konsep sosial. Yang dimaksud konsep sosial adalah peraturan perilaku yang telah menjadi kebiasaan bagi anggota suatu budaya.

Beberapapendapat para ahli tentang defenis moral diantaranya adalah:

James Rachels bahwa moralitas adalah usaha untuk membimbing tindakan seseorang dengan akal.

Frans Magnis Suseno menyatakan bahwa moral mengacu pada baik buruknya manusia sebagai manusia, sehingga moral adalah bidang kehidupan manusia dilihat dari segi kebaikannya sebagai manusia.


Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan atau pembentukan moral adalah sebagai berikut:

Harmonis hubungan antara orang tua dan anak

Pengambaran model-model atau figur-figur yang menjadikan anak ingin meniru

Tingkat penaralan seseorang sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak


Sistem Pengelolaan Peserta Didik

    Dalam proses belajar mengajar, siswa sebagai pihak yang ingin meraih cita-cita,memiliki tujuan dan kemudian ingin memcapainya secara optimal. Siswa itu akan menjadi faktor penentu, sehingga menuntut dan dapat mempengaruhi segala sesuatu yang diperlukan untuk mencapai tujuan belajar atau tujuan pendidikan 


Menurut Abu Ahmad dan Widodo Supriyono melihat siswa sebagai individu dengan segala perbedaan dan persamaan yakni:

  1. Persamaan dan perbedaan dalam kecerdasan
  2. persamaan dan pebedaan dalam kecakapan
  3. Pesamaan dan perbedaan dalam hasil belajar
  4. Persamaan dan perbedaan dalam bakat
  5. Persamaan dan perbedaan dalam sikap
  6. Persaan dan perbedaan dalam kebiasaan
  7. Persamaan dan perbedaan dalam pengetahuan atau pengalaman
  8. Persamaan dan perbedaan dalam ciri-ciri jasmani
  9. Persamaan dan perbedaan dalam minat
  10. Persamaan dan perbedaan dalam cita-cita
  11. Persamaan dan perbedaan dalam dalam kebutuhan
  12. Persamaan dan perbedaan dalam kepribadian
  13. Persamaan dan perbedaan dalam pola-pola dan tempo perkembangan
  14. Persamaan dan perbedaan dalam latar belakang lingkungan


Adapun menurut Mulyani Sumantri dalam mengembangkan keterampilan mengelola siswa yang bersifat preventif, guru dapat menggunakan kemampuan dengan cara sebagai berikut:

  1. Sikap tanggap
  2. Membagi perhatian
  3. Memusatkan perhatian kelompok
  4. Memberi petunjuk yang jelas
  5. Menegur
  6. Memberi penguatan

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

    Peserta didik adalah orang yang memiliki potensi dasar, yang perlu dikembangkan melalui pendidikan, baik secara fisik maupun psikis, baik pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat dimana anak tersebut berada.

    Anak didik memiliki ciri khas yang berbeda dengan manusia dewasa. Ada dua belas karakteristik yang terdapat pada peserta didik.

    Perkembangan dapat dimaknai sebagai suatu proses perubahan kapasitas fungsional atau kemampuan kerja organ-organ tubuh kearah yang makin terorganisasi dan terspesialisasi. Perkembangan terjadi dalam bentuk perubahan kuantitatif, kualitatif atau kedua-duanya secara serentak.

    Dalam proses belajar mengajar, siswa sebagai pihak yang ingin meraih cita-cita, memiliki tujuan mencapai pembelajaran secara optimal. Siswa memiliki faktor penentu, yang dapat mempengaruhi segala sesuatu yang diperlukan untuk mencapai tujuan belajarnya.

Saran

    Pentingnya posisi peserta didik dalam proses pendidikan, maka pihak-pihak terkait penyelenggara an pendidikan khusus pendidik, sangat penting memahami peserta didik. Dan sebagai peserta didik juga harus memahami hak dan kewajibannya serta melaksanakannya.


DAFTAR PUSTAKA

Kosim, Muhammad. Pengantar Ilmu Pendidikan, Surabaya; Pena Salsabila, 2013.

Sholichin, Muchlis, H. M. Psikologi Belajar Aplikasi Teori Belajar dalam Pembelajaran, Surabaya; Pena Salsabila, 2013.

Djamarah Syaiful Bahri & Zain Aswan, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta; Rineka Cipta, 2006.



Makalah Dasar Dasar Pendidikan Tentang : Peserta Didik

 





 MAKALAH DASAR DASAR PENDIDIKAN

PESERTA DIDIK

DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH DASAR DASAR PENDIDIKAN


JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM PENGEMBANGAN ILMU QUR'AN

SUMATERA BARAT

2020 MASEHI / 1442 HIJRIAH

مقدمة

الحمد لله ، نحمده ، ونستعين به ، ونستغفره ، ونعوذ بالله من شر نفوسنا ، ومن عملنا لن يهديه الله. وصلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بالرحمة والسلام. ما يزال.

الحمد لله ، لقد أكملنا مهام مقال التعليم الأساسي بشكل صحيح وسهل

من خلال هذه الورقة ، نأمل حقًا في زيادة المعرفة عن الطلاب. لأن التعليم مهم جدًا بالنسبة لنا ، خاصة أولئك الذين ما زالوا طلابًا حاليًا. نأمل أن تسهل هذه الورقة علينا متابعة عملية التدريس والتعلم في الحرم الجامعي وأيضًا زيادة وعينا بأهمية تعلم التعليم الأساسي بالنسبة لنا ، وخاصة الشعب الإندونيسي.

نشكرك جزيل الشكر لأولئك الذين حفزونا وساعدونا في إكمال المهام الورقية. بالنظر إلى أن هذه الورقة بعيدة عن أن تكون مرضية ، يرجى أن تسامح وتنتقد قليلاً ، حتى نتمكن من إعداد ورقة أفضل في المرة القادمة.

أخيرًا ، نود أن نشكر القراء الذين استمتعوا بقراءة هذه الورقة. نأمل أن تكون هذه الورقة مفيدة لنا جميعًا. أمين


DAFTAR ISI


مقدمة i

DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang 1

B. Rumusan Masalah 1

C. Tujuan 1

BAB II PEMBAHASAN 2

A. Pengertian Peserta Dididk 2

B. Karakteristik Peserta Didik 2

C. Sistem Pengelolaan Peserta Didik 5

BAB III PENUTUP 7

A. Kesimpulan 7

B. Saran 7

DAFTAR PUSTAKA 8




BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

    Setiap individu memiliki perbedaan antara yang satu dengan yang lain. Mulai dari perbedaan fisik, pola befikir, dan cara merespon atau mempelajari hal-hal baru. Salah satu komponen pendidikan adalah adanya peserta didik, peserta didik merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem pendididkan, sesab sessorang tidak bisa dikatakan sebagai pendidik apabila tidak ada yang dididiknya.

Peserta didik adalah orang yang memiliki potensi dasar, yang perlu dikembangkan melalui pendididikan, baik secara fisik maupun psikis, baik pendidikan tersebut dilingkunan keluarga, sekolah, dan dilingkunan masyarakat.

Sebagai peserta didik juga harus memahami hak dan kewajiban serta melaksanakannya. Hak adalah sesuatu yang harus diterima oleh peserta didik, sedangkang kewajiban adalah sesuatu yang wajib dilakukan atau dilaksanakan oleh peserta didik.


Rumusan Masalah

  1. Rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai beriku
  2. Apa pengertian peserta didik?
  3. Bagaimana karakteristik peserta didik?
  4. Apa saja jenis-jenis perkembangan peserta didik?
  5. Bagaimana sistem pengelola peserta didik?


Tujuan

  1. Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah
  2. Untuk mengetahui pengertian peserta didik
  3. Untuk mengetahui karakteristik peserta didik
  4. Untuk mengetahui jenis-jenis perkembangan pserta didik
  5. Untuk mengetahui sistem pengelolaan peserta didik


BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Peserta Dididk

    Dalam Undang Undang No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Pasal 1 ayat 4) peserta didik diartikan sebagai anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur jenjang dan jenis pendidikan tertentu.

    Menurut Toto Suharto (2006: 123) peserta didik adalah mahluk Allah yang terdiri dari aspek jasmani dan rohani yang belum tercapai taraf kematangan, baik fisik, mental, intelektual, maupun pisikologi. Oleh karena itu, ia denantiasa memerlukan bantuan, bimbingan dan arahan pendidikan agar dapat mengembangkan potensinya secara optimal dan membimbingnya menuju kedewasaan. Potensi dasar yang dimiliki peserta didik, kiranya tidak akan berkembang secara maksimal tanpa melalui proses pendidikan.

    Dalam kegiatan pendidikan peserta didik mempunyai posisi sentral, proses pendididkan pada dasarnyadi arahkan pada sasaran pokok, yakni berkembangnya potensis peserta didik secara optimal menuju terbentuknya manusia berkepribadian utama.


Dalam proses pendidikan terdapat 4 hakikat peserta didik yaitu:

Peserta didik bertanggung jawab terhadap pendidikan sesuai dengan wawasan pendidikan seumur hidup.

Memiliki potensi baik fisik maupun psikologi yang berbeda-beda sehingga masing-masing peserta didik merupakan insan yang unik.

Pembinaan individu serta perlakuan yang manusiawi.

Pada dasarnya merupakan insan yang aktif menghadapi lingkungan.


Karakteristik Peserta Didik

    Setiap peserta didik memliki ciri dan sifat atau karakteristik yang sangat beraneka ragam yang terbentuk berdasarkan lingkungan peserta masing-masing. Agar pembelajaran dapat mencapai hasil yang optimal guru sebagai pendidik perlu memahami karakteristik peserta didik. Karakteristik bawaan merupakan karakteristik yang dimiliki sejak lahir baik menyangkut faktor biologis maupun faktor pisikologis.


Karakteristik Peserta didik, yaitu:

Anak bukan miniatur orang dewasa

Anak adalah anak dengan dunianya sendiri, dunia anak . Pandangan kuno berpendapat bahwa anak adalah orang dewasa dalam bentuk kecil. Karena tergolong manusia dewasa, pendidikan yang diberikan pada anak waktu itu seperti yang biasa diberikan pada orang dewasa, sehingga anak dan guru menghadapi banyak kesulitan dalam kegiatan pembelajaran.

Perkembangan dan Pertumbuhan anak dipengaruhi beberapa faktor

Dalam bahasan tentang peserta didik ada dua istilah penting yang perlu di pahami, yakni perkembangan dan pertumbuhan. Istilah perkembangan lebih menunjuk pada aspek kualitatif, sedangakan pertumbuhan lebih menunjuk kuantitatif. Meskipun istilah perkembangan dan pertumbuhan mempunyai makna yang berbeda, perlu dipahami bahwa keduanya merupakan proses yang saling berhubungan.

Anak berkembang mengikuti suatu pola umum yang sama

Misalnya anak harus belajar merangkak terlebih dahulu sebelum belajar berdiri, dan harus belajar berdiri sebelum berjalan.

Perkembangan bersifat kontinyu

Kontinyu memandang perkembangan sebagai proses kumulatif penambahan pada tipe keterampilan-keterampilan. Perkembangan sebagai proses terus menerus secara halus rata atau lembut (smoth). Anak-anak secara sedikit demi sedikit bertambah tipe-tipe keterampilan yang sama. Perkembangan dapat digambarkan seperti garis lurus linear yang sambung menyambung secara lembut.

Perkembangan anak mengikuti fase-fase tertentu.

Menurut para ahli batasan tentang fase-fase perkembangan anak adalah:

Oswald Kroh berpedoman pada adanya masa tros (kegoncangan jiwa).

Khonstamn, mebagi fase perkembangan anak menjadi lima fase , yaitu:

  1. Periode vital
  2. Periode estetis
  3. Periode sosial
  4. Periode manusia matang

Ali Fikri, membagi periode perkembangan anak sebagai berikut:

  1. Masa kanak-kanak
  2. Masa akal baligh
  3. Masa syabihah
  4. Masa rujulah/ pemuda pertama
  5. Masa pemuda kedua
  6. Masa kuhulah
  7. Masa umur menurun
  8. Masa kakek/ nenek pertama
  9. Masa kakek/ nenek kedua
  10. Masa pikun
  11. Masa meninggal

Tempo perkembangan anak tidak sama

Tempo perkembangan adalah cepat lambatnya perkembangan seseorang untuk suatu aspek perkembangan tertentu. Ada anak yang cepat dan yang lambat tempo perkembangannya.

Anak memiliki irama perkembangan

Irama perkembangan adalah gerak perkembangan yang dialami masing-masing anak, baik perkembangan jasmani maupun rohani.

Anak memiliki tugas perkembangan

Tugas yang harus dijalani oleh masing-masing individu dalam tiap periode perkembangannya.

Anak memiliki kebutuhan dalam hidupnya

Dalam proses kehidupan, setiap anak memiliki beragam kebutuhan.

Setiap anak memiliki perbedaan individual

Tidak akan pernah ditemukan dua anak yang persis sama, walaupun keduanya kembar.

Anak sebagai keseluruhan (the whole child)

Manusia adalah mahluk monoplurasi, walaupun terdiri dari banyak aspek tetapi merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Setiap anak merupakan mahluk yang aktif dan kreatif

    Dalam proses pendidikan anak tidak boleh dipandang sebagai objek pendidikan yang hanya siap menerima. Akan tetapi anak didik harus dipandang sebagai subjek yang aktif dan kreatif dalam pendidikan, yang tidak hanya siap menerima tapi juga bisa memberikan masukan dan berbagai alternatif dalam kegiatan pendidikan.


Jenis-jenis Perkembangan Peserta Didik :

Perkembangan Monotorik

Perkembangan dapat dimaknai sebagai suatu proses perubahan kapasitas fungsional atau kemampuan kerja organ-organ tubuh ke arah keadaan yang makin terorganisasi dan terspialisis. Perkembangan      terjadi dalam bentuk perubahan kualitatif, kuantitatif atau kedua-duanya secara serempak.

Perkembangan monotorik berupa gerakan-gerakan tubuh yang dimotori dengan kerja sama antar otot, otak dan saraf. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik adalah:

  1. Kesiapan belajar
  2. Kesempatan belajar
  3. Kesempatan berpraktek
  4. Model yang baik
  5. Bimbingan
  6. Motivasi


Perkembangan Kongnitif

Dalam kajian-kajian psikologi kognitif, ada dua tokoh sentral yang melahirkan teori pendidikan , teori kognitif, yaitu: Jean Piage dan Lev Vygotsky.

Jean Piage berpendapat bahwa anak dapat membangun secara aktif dunia kognitif mereka sendiri. Menurutnya terdapat dua proses yang mendasari perkembangan dunia individu, yaitu pengorganisasi dan penyesuaian (adaptasi). Kencederungan organisasi dapat dilukiskan sebagai kecenderungan bawaan setiap organisme untuk mengintegrasi proses-proses sendiri menjadi sistem-sistem yang koheran. Sedangkan adaptasi dapat dilukiskan sebagai kecenderungan bawaan setiap organisme untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan keadaa sosial.

Tokoh kedua adalah Lev Vygotsky yang berpendapat bahwa anak-anak lahir dengan funsi mental relatif dasar seperti kemampuan untuk memahami dunia luar dan memusatkan perhatian. Dalam pandangan Vygotsky, seseorang mengalami perkembangan kognitif dan bahasa melalui interalisasi nilai-nilai sosial, atau sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang berkembang di lingkungan sekitar.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kognitif, adalah:

  1. Fisik
  2. Kematangan
  3. Pengaruh sosial
  4. Proses pengaturan diri yang disebut ekuilibrasi


Perkembangan Moral (Afektif)

Moral berasal dari kata latin mores yang berarti tata cara, kebiasaan, atau adat. Perilaku sikap moral berarti perilaku yang sesuai dengan kode moral kelompok sosial yang dikembangkan oleh konsep sosial. Yang dimaksud konsep sosial adalah peraturan perilaku yang telah menjadi kebiasaan bagi anggota suatu budaya.

Beberapapendapat para ahli tentang defenis moral diantaranya adalah:

James Rachels bahwa moralitas adalah usaha untuk membimbing tindakan seseorang dengan akal.

Frans Magnis Suseno menyatakan bahwa moral mengacu pada baik buruknya manusia sebagai manusia, sehingga moral adalah bidang kehidupan manusia dilihat dari segi kebaikannya sebagai manusia.


Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan atau pembentukan moral adalah sebagai berikut:

Harmonis hubungan antara orang tua dan anak

Pengambaran model-model atau figur-figur yang menjadikan anak ingin meniru

Tingkat penaralan seseorang sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak


Sistem Pengelolaan Peserta Didik

    Dalam proses belajar mengajar, siswa sebagai pihak yang ingin meraih cita-cita,memiliki tujuan dan kemudian ingin memcapainya secara optimal. Siswa itu akan menjadi faktor penentu, sehingga menuntut dan dapat mempengaruhi segala sesuatu yang diperlukan untuk mencapai tujuan belajar atau tujuan pendidikan 


Menurut Abu Ahmad dan Widodo Supriyono melihat siswa sebagai individu dengan segala perbedaan dan persamaan yakni:

  1. Persamaan dan perbedaan dalam kecerdasan
  2. persamaan dan pebedaan dalam kecakapan
  3. Pesamaan dan perbedaan dalam hasil belajar
  4. Persamaan dan perbedaan dalam bakat
  5. Persamaan dan perbedaan dalam sikap
  6. Persaan dan perbedaan dalam kebiasaan
  7. Persamaan dan perbedaan dalam pengetahuan atau pengalaman
  8. Persamaan dan perbedaan dalam ciri-ciri jasmani
  9. Persamaan dan perbedaan dalam minat
  10. Persamaan dan perbedaan dalam cita-cita
  11. Persamaan dan perbedaan dalam dalam kebutuhan
  12. Persamaan dan perbedaan dalam kepribadian
  13. Persamaan dan perbedaan dalam pola-pola dan tempo perkembangan
  14. Persamaan dan perbedaan dalam latar belakang lingkungan


Adapun menurut Mulyani Sumantri dalam mengembangkan keterampilan mengelola siswa yang bersifat preventif, guru dapat menggunakan kemampuan dengan cara sebagai berikut:

  1. Sikap tanggap
  2. Membagi perhatian
  3. Memusatkan perhatian kelompok
  4. Memberi petunjuk yang jelas
  5. Menegur
  6. Memberi penguatan

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

    Peserta didik adalah orang yang memiliki potensi dasar, yang perlu dikembangkan melalui pendidikan, baik secara fisik maupun psikis, baik pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat dimana anak tersebut berada.

    Anak didik memiliki ciri khas yang berbeda dengan manusia dewasa. Ada dua belas karakteristik yang terdapat pada peserta didik.

    Perkembangan dapat dimaknai sebagai suatu proses perubahan kapasitas fungsional atau kemampuan kerja organ-organ tubuh kearah yang makin terorganisasi dan terspesialisasi. Perkembangan terjadi dalam bentuk perubahan kuantitatif, kualitatif atau kedua-duanya secara serentak.

    Dalam proses belajar mengajar, siswa sebagai pihak yang ingin meraih cita-cita, memiliki tujuan mencapai pembelajaran secara optimal. Siswa memiliki faktor penentu, yang dapat mempengaruhi segala sesuatu yang diperlukan untuk mencapai tujuan belajarnya.

Saran

    Pentingnya posisi peserta didik dalam proses pendidikan, maka pihak-pihak terkait penyelenggara an pendidikan khusus pendidik, sangat penting memahami peserta didik. Dan sebagai peserta didik juga harus memahami hak dan kewajibannya serta melaksanakannya.


DAFTAR PUSTAKA

Kosim, Muhammad. Pengantar Ilmu Pendidikan, Surabaya; Pena Salsabila, 2013.

Sholichin, Muchlis, H. M. Psikologi Belajar Aplikasi Teori Belajar dalam Pembelajaran, Surabaya; Pena Salsabila, 2013.

Djamarah Syaiful Bahri & Zain Aswan, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta; Rineka Cipta, 2006.



Related Posts