Makalah Tentang : Macam-Macam dan Jenis Pendidikan

 



 MAKALAH DASAR-DASAR PENDIDIKAN
MACAM-MACAM DAN JENIS PENDIDIKAN




FOREWORD

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

With thanks Alhamdulillah, the paper on ‘’kind and type of education” can be completed. Prayer and greetings my be bestowed on the lord we are prophet Muhammad SAW. 

Hopefully the preparation of this paper will bring great benefits to all of us and in order to broaden our know ledge of teachers as learnes. Although initially the preparationof this paper encountered many difficulties in bringing together various important materials to be organized into a reading which is attractive to read and easy for the reader to implement and can provide positive contribution in order to facilitate the learning process. 

Hopefully this paper can be a good source of learning as well. Benefit all readers. We recognize thas that this paper still far from perfect, there are still many flaws and weaknesses. Therefore that , there are criticisms and input form various parties to improve this paper very much awaited. Hopefully this paper can be of benefit mankind, and become righteous deeds for all mankind.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Group 7






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN

Latar belakang        

Rumusan Masalah        

Tujuan Penulisan        

BAB II PEMBAHASAN

Macam-macam Pendidikan        

Pendidikan Jasmani        

Pendidikan Rohani        

Pendidikan Intelek        

Pendidikan Etika        

Pendidikan Estetika        

Pendidikan Sosial        

Pendidikan Keagamaan        

Jenis-jenis Pendidikan        

Pendidikan Formal         

Pendidikan Non-Formal        

Pendidikan In-Formal        

BAB III PENUTUP

Kesimpulan        

Saran        

DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN


Latar Belakang

Pendidikan merupakan salah satu usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar berperan aktif dan positif dalam hidupnya sekarang dan yang akan datang. Pendidikan Indonesia adalah pendidikan yang berakar pada pencapaian tujuan pembangunan nasional Indonesia. Pendidikan tidak hanya berperan besar dalam kemajuan bangsa, melainkan juga berkaitan dengan pasar bebas yang semakin kompetitif, pendidikan hendaknya dipandang dapat mengakomodir masyarakat agar suatu negara memiliki manusia-manusia yang berkualitas. Hal inilah yang kemudian menjadi dasar pengevaluasian dan peningkatan pendidikan di setiap negara secara berkesinambungan.

Kegiatan pendidikan pada umumnya berlangsung dalam suatu bentuk pendidikan. Bentuk-bentuk pendidikan merupakan suatu tempat atau lingkungan dimana anak menerima sesuatu yang berada di luar diri mereka. Yang mana dalam lingkungan pendidikan ini anak diajarkan oleh orangtua, guru, dan masyarakat. Melalui jalur pendidikan yang telah di atur dalam UU, semua masyarakat Indonesia bisa mengenyam pendidikan formal, non formal maupun informal. Juga terdapat pendidikan jasmani, rohani, intelek, etika, estetika, sosial, dan keagamaan. Tak ada alasan kesulitan akses. Karena pendidikan dapat mudah diperoleh bergantung dari kesadaran anak didik. Jalur pendidikan dilakukan sebagai upaya pengembangan diri individu sehingga meningkatkan potensi peserta didik.


Rumusan Masalah

Berdasrkan latar belakang di atas dapat diambil suatu rumusan masalah sebagai berikut:

Apa yang dimaksud dengan pendidikan jasmani, rohani, intelek, etika, estetika, sosial, dan keagamaan?

Apa yang dimaksud dengan pendidikan formal, non formal maupun informal?

Tujuan Penulisan

Dapat mengetahui macam-macam dan jenis-jenis pendidikan.





















BAB II
PEMBAHASAN


Macam-macam Pendidikan

  • Pendidikan Jasmani

Pendidikan jasmani adalah suatu pendidikan yang sangat penting dan tidak dapat terlepas dari segi-segi pendidikan yang lain. Bahkan dapat dikatakan bahwa pendidikan jasmani merupakan salah satu alat utama bagi pendidikan rohani.

Tujuan pendidikan jasmani

  1. Untuk menjaga dan memelihara kesehatan tubuh.
  2. Untuk membentuk budi pekerti peserta didik.
  3. Untuk memupuk fungsi perkembangan jiwa-jiwa peserta didik. 
  4. Tugas sekolah terhadap pendidikan jasmani
  5. Mengajarkan bermacam-macam gerak badan.
  6. Mengajarkan ilmu kesehatan yang dapat memberi petunjuk kepada peserta didik bagaimana seharusnya berbuat dan hidup berpola sehat.
  7. Menjaga kebersihan sekolah tempat anak-anak didik itu belajar.
  8. Mengatur jalannya pendidikan dengan sebaik-baiknya.

Fungsi sekolah terhadap pendidikan jasmani

  1. Segi positif, Berfungsi untuk berusaha memupuk perkembangan jasmani anak.
  2. Segi preventative, Berfungsi untuk menjaga supaya perkembangan kesehatan jasmani peserta didik tidak terganggu.



Pendidikan Rohani

Pendidikan rohani adalah pendidikan yang diberikan untuk mengembangkan rohani seseorang dalam mencapai sesuatu yang dicita-citakannya. 


Pendidikan Intelek

guru merupakan pendidik, baca makalah sebelumnya tentang makalah guru sebagai pendidik

Pendidikan intelek adalah pendidikan yang bermaksud mengembangkan daya pikir dan menambah pengetahuan peserta didik. Sekolah merupakan suatu badan yang paling utama dalam menyelenggarakan pendidikan intelek tersebut. Karena disekolah peserta didik menerima bermacam-macam ilmu pengetahuan yang diberikan dan diajarkan setiap hari oleh guru mereka. Pendidikan intelek mempunyai beberapa fungsi, yaitu :

Pembentukan fungsional.

Pembentukan material, adalah pembentukan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan.


  Pendidikan Etika

Pendidikan etika adalah suatu pendidikan yang mengajarkan tentang cara bersikap yang baik dan sesuai dengan norma-norma yang berlaku.

 Tujuan pendidikan etika

Tujuan pendidikan etika adalah memimpin peserta didik agar selalu setia mengerjakan segala sesuatu yang baik dan meninggalkan yang buruk atas kemauan sendiri dalam segala hal dan setiap waktu.

Dasar-dasar pendidikan etika

  1. Peserta didik harus belajar supaya dapat membedakan antara yang baik dan buruk.
  2. Peserta didik hendaklah dididik agar berkembang perasaan cintanya terhadap segala sesuatu yang baik dan membenci terhadap yang buruk.
  3.  Peserta didik harus dibiasakan mengerjakan sesuatu yang baik dan menjauhi segala yang sesuatu yang buruk atas kemauan sendiri dalam segala hal.

Sumber-sumber etika

Dalam mencari norma-norma etika, orang dapat berpedoman kepda sumber-sumber berikut :

  1. Agama
  2. Negara
  3. Masyarakat
  4. Pribadi
  5. Filsafat dan ilmu.


  Pendidikan Estetika

Pendidikan estetika adalah pendidikan yang mengajarkan tentang moral, kepribadian dalam bersikap serta tingkah laku atau tindakan yang baik sehingga terciptanya suatu keindahan.

Norma-norma estetika

Dalam pelajaran pskologi bahwa cita rasa (ukuran untuk merasakan bagus atau tidaknya) pada tiap-tiap orang itu dipengaruhi beberapa faktor, yaitu:

  1. Pembawaan atau bakat seseorang
  2. Aliran seni dan metode yang berlaku
  3. Lingkungan seseorang
  4. Umur 

  Dasar-dasar pendidikan estetika

Maksud pendidikan estetika adalah mendidik peserta didik agar dapat merasakan dan mencintai segala sesuatu yang indah dan selalu ingin berbuat sesuai norma estetika. Cara mendidik peserta didik kearah keindahan itu adalah:

 Tidak hanya teori saja yang diberikan kepada peserta didik tetapi juga membiasakan peserta didik untuk mempraktekkan keindahan itu di rumah, di sekolah dan di mana saja.

Tidak hanya intelek atau fikiran saja yang diberikan kepada peserta didik agar dapat membedakan mana yang indah dan mana yang tidak. Tetapi yang terpenting adalah membentuk kemauan dan menanamkan kedalam sanubari peserta didik perasaan cinta terhadap keindahan.

Usaha-usaha dalam mendidik

Dalam rumah tangga

  1. Membiasakan anak-anak sejak dini untuk berlaku bersih.
  2. Membiasakan anak-anak untuk melakukan pekerjaan dengan bersih dan teratur.

  Di lingkungan sekolah

  1.  Menghias kelas dengan gambar-gambar, membersihkan papan tulis dan ruangan kelas dan menghias kelas dengan bunga-bunga, membuang sampah pada tempatnya.
  2. Mengatur dan memelihara kebun sekolah dan mengerjakan pekerjaan yang ringan setiap hari disekolah.
  3. Peserta didik dibiasakan menulis dengan rapi dan bersih, membaca dengan suara yang baik, pekerjaan tangan yang indah dan lain sebagainya.




Pendidikan Sosial

Pendidikan sosial adalah pendidikan yang berkenaan dengan sikap sosial dalam bermasyarakat. 

Tugas dan tujuan pendidikan sosial :

  1. Mengajari peserta didik yang tau akan tugas dan kewajibannya terhadap bermacam-macam golongan dalam masyarakat.
  2. Membiasakan peserta didik untuk mematuhi dan mengerjakan tugas serta kewajiban sebagai anggota masyarakat juga sebagai warga negara.

Lingkungan sosial dan pendidikan sosial

Lingkungan sosial adalah pengaruh-pengaruh yang disengaja dari anngota berbagai golongan tertentu. Seperti pengaruh nenek, paman, ayah, ibu, guru-guru dan lain sebagainya. 

Pendidikan sosial adalah pengaruh yang disengaja yang datang dari pendidik itu sendiri. Pengaruh itu berguna untuk menjadikan peserta didik menjadi yang lebih baik dalam golongannya dan mengajarkan bersikap sabar dalam kegiatan sosial bermasyarakat.

salah satu bentuk contonya, berani bicara didepan umum dan dapat mengatasi grogi dan gugup saat bicara.

Usaha- usaha pendidik

Di dalam keluarga

Mengajarkan peserta didik menyesuaikan diri dengan lingkungan.

 Mengajarkan peserta didik supaya bisa menahan diri dan belajar mengekang keinginan dan kehendaknya, melatih diri pada kebiasaan bekerja sama dan tolong- menolong dengan anggota keluarga lain.

Di sekolah

Pendidikan kemasyarakatan disekolah dapat dilakukan secara praktis dan teoritis. Pendidikan secara praktis dilakukan dengan cara membiasakan peserta didik dengan kabiasaan yang baik seperti seperti datang tepat waktu, belajar secara teratur dan lain sebagainya. Pendidikan secara teoritis dapat dilakukan melalui berbagai pelajaran seperti ilmu pengetahuan sosial, sejarah, kewarganegaraan dan lain sebagainya.


Pendidikan Keagamaan

Di Indonesia pendidikan agama diselenggarakan dan diatur oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

 Tujuan pendidikan agama dan pengelolaannya

Dalam GBHN 1083-1988 tujuan pendidikan agama antara lain adalah untuk meningkatkan ketakwaan terhadap tuhan Yang Maha Esa. Tujuan pendidikan agama di sekolah umumnya ialah untuk mendidik peserta didik supaya menjadi orang yang bertakwa kepada tuhan Yang Maha Esa yang berarti taat dan dan patuh menjalankan perintah dan menjauhi larangan seperti yang diajarkan didalam kitab suci yang dianut oleh agama masing-masing. Pada sekolah-sekolah negeri terdapat dualisme pengelolaan guru yakni guru umum diangkat dan dikelola oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, sedangkan guru agama dikelola oleh Departemen Agama.

 Sesuai dengan UUD 1945 dan Pancasila sebagai dasar falsafah negara Republik Indonesia. Pendidikan agama merupakan segi pendidikan yang utama dan mendasari semua segi pendidikan lainnya. Dalam peraturan pemerintah mengharuskan pendidikan agama itu diberikan kepada peserta didik seperti yang tercantum dalam UU RI No. tahun 2003 poin pertama dari strategi pembangunan pendidikan nasional.


Jenis-jenis Pendidikan 

Pendidikan Formal

Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan pada lembaga resmi, dimana pendidikan yang dimiliki peraturan yang ketat dan mengikat.

Kelebihan pendidikan formal:

Melatih kemampuan akademis, dengan melatih serta mengasah kemampuan menghafal, menganalisa, memecahkan masalah, logika dan lainnya maka diharapkan seseorang akan memiliki kemampuan akademis yang baik.

Sarana pengembangan diri dan berkarakter, semakin banyak memiliki keahlian dan daya kreativitas maka akan semakin baik pula kualitas seseorang. Dalam pendidikan formal merupakan mediator untuk pengembangan daya kreativitas karena saat menempuh pendidikan disediakan beragam program pengembangan siswa.

Beberapa kekurangannya yaitu:

Bersifat kaku dan tidak fleksibel, terhadap karakter pembelajar, peran guru yang terkadang sulit membaur dengan sikap murid yang terkadang dibutuhkan pendekatan persuasif dan komunikasi.

Formalitas, anggapan umum ini untuk menggambarkan pandangan masyarakat umum bahwa pendidikan formal masih sekedar formalitas dan tidak berfokus kepada sisi kualitas pembelajar.


Pendidikan Non-Formal

Pendidikan nonformal merupakan pendidikan yang diperoleh dari lembaga tidak resmi, tidak terlalu diikat peraturan. Contoh PAUD,TPA, Pendidikan Lanjut Usia, dan lain sebagainya.

 Fungsi Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional.

Jenis Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja.

Pendidikan kesetaraan meliputi Paket A, Paket B dan Paket C, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik seperti: Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, majelis taklim, sanggar, dan lain sebagainya, serta pendidikanlain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.

 

Pendidikan In-Formal

Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab. 

Pendidikan yang program- programnya bersifat informal tidak diarahkan untuk melayani kebutuhan belajar yang terorganisasi. Kegiatan pendidikan ini lebih umum, berjalan dengan sendirinya, berlangsung terutama dalam lingkungan keluarga, serta melalui media massa, tempat bermain, dan lain sebagainya.

Alasan pemerintah mengagas pendidikan informal adalah:

Pendidikan dimulai dari keluarga

Informal diundangkan juga karena untuk mencapai tujuan pendidikan nasonal dimulai dari keluarga

Homeschooling: pendidikan formal tapi dilaksanakan secara informal.

Anak harus dididik dari lahir



BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Pendidikan merupakan salah satu usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar berperan aktif dan positif dalam hidupnya sekarang dan yang akan datang. Kegiatan pendidikan pada umumnya berlangsung dalam suatu bentuk pendidikan. Makalah ini membahas mengenai macam-macam dan jenis pendidikan. 

Macam-macam pendidikan yaitu pendidikan jasmani, rohani, intelek, etika, estetika, sosial, dan keagamaan. Juga terdapat jenis-jenis pendidikan, yaitu pendidikan formal, pendidikan non-formal, dan pendidikan in- formal.


Saran

Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan kritikan yang membangun dari pihak pembaca agar makalah ini lebih baik. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih.

baca juga makalah tentang teori pendidikan









DAFTAR PUSTAKA

http://al-dinusyarif.blogspot.com/2013/11/macam-jenis-dan-jalur-pendidikan.html 

Purwanto, N. (2000). Ilmu pendidikan Teoritis dan Praktis. Bandung: PT Rosdakarya.

(2006). UU Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003. Bandung: Citra Umbara.